Telko.id – WhatsApp kembali mengambil langkah signifikan dalam meningkatkan privasi dan kenyamanan penggunanya. Aplikasi pesan instan milik Meta ini dikabarkan tengah menguji coba fitur baru bernama “Custom Lists” yang dirancang khusus untuk pembaruan status.
Langkah ini dinilai sebagai evolusi lanjutan dari konsep privasi yang sebelumnya telah diperkenalkan, memberikan kontrol lebih granular kepada pengguna mengenai siapa saja yang dapat melihat konten yang mereka bagikan.
Kabar mengenai pengembangan fitur ini muncul setelah kesuksesan konsep “Close Friends” di Instagram, yang juga berada di bawah payung perusahaan yang sama.
Jika sebelumnya pengguna WhatsApp hanya memiliki opsi privasi yang terbatas pada “Kontak Saya”, “Kontak Saya Kecuali…”, dan “Hanya Bagikan Dengan…”, kehadiran Custom Lists akan mengubah cara interaksi pengguna dalam membagikan momen keseharian mereka.
Fitur ini ditemukan dalam pembaruan beta terbaru, menandakan bahwa peluncuran publik mungkin tidak akan lama lagi.
Kebutuhan akan privasi yang lebih spesifik memang menjadi tuntutan yang terus berkembang di kalangan pengguna aplikasi pesan instan. Dalam ekosistem digital saat ini, batas antara hubungan profesional, keluarga, dan pertemanan sering kali kabur dalam satu daftar kontak.
WhatsApp tampaknya menyadari hal ini dan berusaha menghadirkan solusi yang memungkinkan pengguna untuk memisahkan audiens mereka dengan lebih rapi dan efisien tanpa harus mengatur ulang pengaturan privasi setiap kali hendak mengunggah status.
Mekanisme Custom Lists dan Kemudahan Pengguna
Berdasarkan informasi yang beredar, fitur Custom Lists ini memungkinkan pengguna untuk membuat daftar audiens yang berbeda-beda sesuai kebutuhan. Sebagai contoh, pengguna dapat membuat daftar khusus berlabel “Keluarga”, “Rekan Kerja”, atau “Sahabat Dekat”.
Mekanisme ini jauh lebih fleksibel dibandingkan sistem yang ada saat ini, di mana pengguna sering kali harus memilih satu per satu kontak yang ingin dikecualikan atau disertakan setiap kali ingin membatasi audiens.
Dengan adanya fitur ini, ketika pengguna hendak mengunggah foto atau video ke Status, mereka akan disuguhi opsi untuk memilih daftar mana yang akan menjadi target pemirsa. Hal ini tentu sangat membantu bagi mereka yang ingin menjaga profesionalisme dengan tidak membagikan momen pribadi kepada rekan bisnis, atau sebaliknya.
Fleksibilitas ini juga sejalan dengan upaya WhatsApp untuk terus memperkaya pengalaman pengguna melalui berbagai Fitur Baru yang relevan dengan kebutuhan komunikasi modern.
Pengujian fitur ini juga menunjukkan bahwa WhatsApp tidak hanya sekadar mengadopsi fitur dari saudara tuanya, Instagram, tetapi juga memodifikasinya agar sesuai dengan karakteristik aplikasi pesan instan.
Jika di Instagram fitur Close Friends cenderung statis sebagai satu daftar tunggal, konsep Custom Lists di WhatsApp terdengar lebih dinamis dengan kemungkinan adanya beberapa daftar sekaligus. Ini memberikan lapisan personalisasi yang lebih dalam bagi setiap pengguna.
Baca Juga:
Evolusi Privasi Status WhatsApp
Perjalanan fitur Status di WhatsApp telah mengalami transformasi panjang. Bermula dari sekadar status teks sederhana, kini fitur tersebut telah menjadi wadah berbagi media yang kaya visual.
Seiring dengan peningkatan kemampuan visual tersebut, seperti adanya kemudahan Edit Foto langsung di dalam aplikasi, urgensi untuk mengelola siapa yang melihat konten tersebut juga meningkat. Pengguna tidak lagi hanya berbagi teks statis, melainkan potongan kehidupan mereka yang mungkin bersifat sensitif atau sangat pribadi.
Sistem privasi yang ada saat ini, meskipun fungsional, sering kali dianggap terlalu kaku untuk pengguna dengan jumlah kontak yang besar. Opsi “Kontak Saya Kecuali” mengharuskan pengguna menyeleksi secara manual siapa yang tidak boleh melihat, yang bisa sangat melelahkan jika daftar kontak mencapai ratusan atau ribuan.
Sementara itu, opsi “Hanya Bagikan Dengan” sering kali hanya efektif untuk satu kelompok spesifik pada satu waktu. Custom Lists hadir untuk menjembatani celah tersebut dengan menawarkan manajemen audiens yang presisten dan mudah diakses.
Langkah ini juga bisa dilihat sebagai respons terhadap tren media sosial yang semakin mengarah pada “micro-sharing” atau berbagi ke kelompok yang lebih kecil dan intim, alih-alih siaran publik ke seluruh pengikut.
Tren ini juga terlihat pada platform lain, di mana pengguna lebih nyaman berinteraksi dalam lingkup yang lebih privat.
Bahkan platform streaming musik pun mulai mengadopsi fitur sosial yang lebih personal, seperti kemampuan Berbagi Musik dan pesan antar pengguna, menunjukkan bahwa interaksi terarah adalah masa depan komunikasi digital.
Implikasi Bagi Pengguna Bisnis dan Personal
Bagi pengguna WhatsApp Business, fitur Custom Lists ini berpotensi menjadi alat pemasaran yang sangat ampuh namun tetap sopan. Pelaku usaha dapat mengelompokkan pelanggan mereka berdasarkan kategori tertentu, misalnya “Pelanggan VIP”, “Reseller”, atau “Prospek Baru”.
Dengan demikian, mereka dapat membuat status promosi yang sangat tertarget tanpa mengganggu kontak lain yang mungkin tidak relevan dengan penawaran tersebut. Ini adalah bentuk segmentasi pasar sederhana namun efektif yang langsung terintegrasi dalam aplikasi chat sehari-hari.
Sementara bagi pengguna personal, fitur ini adalah tentang kenyamanan mental. Tidak perlu lagi ada rasa was-was apakah atasan di kantor melihat status liburan Anda, atau apakah keluarga besar melihat keluh kesah Anda tentang pekerjaan.
Segregasi audiens ini menciptakan ruang aman digital yang lebih sehat. Pengguna dapat berekspresi lebih bebas di hadapan sahabat terdekat, sekaligus tetap menjaga citra profesional di hadapan kolega kerja, semuanya dalam satu akun WhatsApp yang sama.
Hingga saat ini, WhatsApp belum memberikan tanggal pasti kapan fitur Custom Lists akan digulirkan secara global ke seluruh pengguna Android dan iOS. Namun, kemunculannya dalam tahap pengujian beta biasanya mengindikasikan bahwa fitur tersebut sedang dalam tahap penyempurnaan akhir.
Para pengamat teknologi memprediksi bahwa fitur ini akan disambut positif, mengingat tingginya permintaan akan kontrol privasi yang lebih baik di platform tersebut.
Kehadiran fitur ini menambah daftar panjang inovasi yang dihadirkan Meta untuk mempertahankan posisi WhatsApp sebagai aplikasi pesan terpopuler di dunia.
Dengan semakin banyaknya fitur yang memanjakan pengguna, mulai dari pengeditan pesan, kualitas foto HD, hingga manajemen privasi status yang lebih baik, WhatsApp terus berupaya agar tetap relevan di tengah persaingan ketat aplikasi komunikasi global. (Icha)


