spot_img
Latest Phone

Xiaomi Serentak Buka 50 Store, Perkuat Jaringan Retail di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi membuka 50 Xiaomi...

Garmin Connect Data Report 2025: Lari Terpopuler, Padel Tumbuh 1.684%

Telko.id - Garmin merilis Garmin Connect Data Report 2025...

Facebook Gelar Tiga Hari Festival bertajuk Nyasar ke Dimensi Facebook, Ini Targetnya

Telko.id – Facebook Indonesia siap meramaikan akhir pekan ini...

Garmin Manfaatkan Data Wearable, Pengendalian Diabetes Personal

Telko.id - Memperingati Hari Diabetes Sedunia, Garmin Indonesia menyoroti...

Garmin Instinct Crossover AMOLED Resmi Hadir di Indonesia

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi meluncurkan dan memperkenalkan...

ARTIKEL TERKAIT

Waduh, Karyawan Developer League of Legends Ancam Mogok Kerja

 Telko.id, Jakarta – Developer game League of Legends, Riot Games masih belum terbebas dari masalah internal di perusahaan mereka. Beberapa waktu lalu, Riot Games tersandung kasus diskriminasi gender. Baru mencoba menyelesaikannya, mereka malah mendapat ancaman mogok kerja dari karyawannya.

Ketika sedang melakukan upaya mencegah agar pegawai tak menggugat hukum ke pengadilan terkait kasus diskriminasi, developer ini justru mendapat ancaman dari para karyawannya. Mereka mengancam mogok kerja massal.

Menurut laporan DoteSport, seperti dikutip Telko.id pada Jumat (03/05/2019), mereka kecewa dengan penuntasan kasus diskriminasi gender oleh RIot Games.

{Baca juga: Riot Games Rekrut Ahli Budaya Kerja, untuk Apa?}

Mereka menilai, upaya perusahaan mencegah dua pegawai wanita menempuh mediasi secara arbitrase hanyalah usaha untuk menyelamatkan diri saja.

Para karyawan menganggap pimpinan perusahaan tidak menunjukkan sikap tanggung jawab atas kasus itu. Sebaliknya, mereka seolah ingin cuci tangan dengan melakukan upaya-upaya tak prosedural.

Meski pihak Riot Games telah meminta maaf, namun para karyawan tidak bisa menerimanya. Sehingga, para karyawan sudah sejak beberapa bulan lalu menyusun rencana aksi mogok yang bakal dilakukan pada 6 Mei 2019.

{Baca juga: Gara-gara Budaya Perusahaan, Dua Karyawan Riot Games Keluar}

Mereka bahkan tak peduli dengan risiko pemecatan. Para karyawan menegaskan, aksi mogok akan berhenti jika pihak perusahaan menganulir soal pencabutan paksa arbitrase selambat-lambatnya dalam enam bulan ke depan. Mereka juga meminta perusahaan tak melakukan aksi serupa saat ada kasus lain.

Beberapa karyawan tidak bersedia memberikan konfirmasi lebih lanjut soal aksi mogok tersebut. Seorang karyawan mengaku mendukung penuh keputusan itu, meski ia belum memastikan ikut mogok kerja. (BA/FHP)

Sumber: Dot Esports

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU