spot_img
Latest Phone

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...

Xiaomi Mijia Smart Audio Glasses Siap Masuk Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi mengonfirmasi rencana peluncuran...

Garmin Unified Cabin 2026: Revolusi Kabin Cerdas Berbasis AI

Telko.id - Garmin secara resmi memperkenalkan Garmin Unified Cabin...

ARTIKEL TERKAIT

Transformasi ChatGPT: Dari Chatbot Menuju Sistem Operasi

Telko.id – OpenAI tengah menyiapkan ChatGPt untuk berevolusi menjadi platform atau semacam sistem operasi, bukan sekedar chatbot AI, dalam beberapa tahun kedepan.

Melansir dari KompasTekno, visi tersebut disampaikan oleh Nick Turley, eksekutif OpenAI untuk ChatGPT, yang mengatakan bahwa ChatGPT kini berkembang menuju tahap dimana pengguna dapat menulis, bekerja, hingga menggunakan layanan digital langsung didalam platform.

“Evolusi yang coba kami lakukan selama beberapa tahun ke depan adalah menjadikan ChatGPT menjadi seperti sistem operasi, tempat Anda bisa menulis, coding, atau berinteraksi dengan barang dan jasa, semua melalui aplikasi,” ujar Turley.

Menurut Turley, ChatGPT saat ini masih berada pada tahap awal, mirip dengan era baris perintah dalam Sejarah sistem operasi komputer. Namun, arah pengembangannya jelas, dari chatbot menuju sistem operasi berbasis AI.

Sebagai langkah menuju kesana, OpenAI memperkenalkan dua pembaruan besar dalam konferensi pengembang yang digelar pada awal Oktober lalu.

Pembaruan itu memungkinkan pihak ketiga membangun aplikasi yang sepenuhnya interaktif dan terintegrasi didalam chatbot.

Baca juga:

Dengan begitu, pengguna bisa memesan tiket pesawat lewat aplikasi Expedia, hingga membuat desain di Canva, tanpa perlu keluar dari ChatGPT.

Selain itu, dukungan AgenKit pada ChatGPT juga memungkinkan pengembang merancang workload yang melibatkan proses bernalar pengambilan data hingga tindakan otomatis.

“Kami akan membuka ChatGPT bagi para pengembang untuk membangun aplikasi nyata didalam ChatGPT,” kata pendiri dan CEO OpenAI, Sam Altman dalam pembukaan konferensi.

Dalam praktiknya, ChatGPT terhubung ke aplikasi pihak ketiga melalui App SDK baru OpenAI yang menangani autentikasi, izin dan lainnya antar-aplikasi.

Misalnya, ketika pengguna bertanya “Carikan saya apartemen dua kamar dan memiliki halam di Portland.” Selanjutnya, ChatGPT akan mengirimkan permintaan itu ke lokapasar realestate Zillow, menarik daftar apartemen dan memastikan tanggapaan pengguna.

Bagi OpenAI, dengan dukungan aplikasi pihak ketiga, pengguna ChatGPT akan betah dan tidak perlu beralih chatbot pesaing, seperti Anthropic, Google atau bahkan Meta.

“Sejak Dev Day pertama, kami telah berupaya membuka ChatGPT bagi para pengembang, dan mencoba hal-hal seperti GPT serta mengadopsi standar seperti MCP (Model Context Protocol),” kata Altman.

Sementara bagi pengembang, mereka akan mendapat jangkauan distribusi ke lebih 200 juta pengguna ChatGPT, hingga berbagi hasil dengan OpenAI.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU