Telko.id – Kolaborasi antara Tesla dan perusahaan AI milik Elon Musk, xAI, melahirkan proyek baru bernama Macrohard, sebuah sistem kecerdasan buatan yang dirancang untuk meniru cara kerja perusahaan software secara menyeluruh.
Nama “Macrohard” sendiri merupakan plesetan dari Microsoft, di mana Musk secara sengaja membalik konsep ‘micro’ dan ‘soft’ menjadi ‘macro’ dan ‘hard’ sebagai bentuk sindiran sekaligus visi baru di era AI.
Menurut Musk, proyek yang juga disebut dengan ‘Digital Optimus’ itu merupakan sistem yang mampu meniru fungsi perusahaan software.
Dalam penjelasannya di media sosial X, Musk memaparkan bahwa proyek itu merupakan gabungan dari model AI Grok bikinan xAI, dengan agen AI yang dikembangkan Tesla.
Secara teknologi, Macrohard bukan sekedar chatbot atau asisten digital biasa. Sistem ini menggabungkan model AI Grok dari xAI dengan agen AI milik Tesla yang mampu membaca aktivitas komputer secara real-time, termasuk pergerakan mouse, keyboard, hingga tampilan layar.
Dengan kombinasi tersebut, AI ini diklaim dapat memahami sekaligus meniru berbagai pekerjaan yang biasanya dilakukan manusia saat menggunakan software.
Baca Juga:
- Buka Blokir Grok, Kemkomdigi Awasi Ketat Normalisasi
- Elon Musk Satukan SpaceX dan xAI, Siapkan Data Center di Orbit
Konsep utama dari Macrohard adalah menghadirkan AI agent yang bisa menjalankan tugas kompleks secarai end-to-end, seperti membuat laporan, mengelola proyek, menulis kode, hingga mengotomatisasi pekerjaan digital lainnya.
Dengan kata lain, sistem ini dirancang untuk berfungsi layaknya ‘pekerja digital’ yang bisa menggantikan berbagai peran dalam perusahaan berbasis software.
Sistem Macrohard akan berjalan menggunakan chip AI4 buatan Tesla yang dipadukan dengan server berbasis GPU dari Nvidia milik xAI. Kombinasi ini dirancang agar biayanya tetap terjangkau. Dilansir dari CNBC.
Adapun proyek ini muncul setelah Tesla menandatangani perjanjian investasi senilai 2 miliar dollar AS (sekitar Rp 33,8 triliun) untuk mengakuisisi saham xAI, pada Januari 2026 lalu.
Selain itu, proyek ini juga tercatat diumumkan setelah xAI disatukan dengan SpaceX, perusahaan wahanan Antariksa yang juga dipimpin oleh Elon Musk.
Elon Musk menggabungkan SpaceX dengan xAI pada awal Februari 2026. Dalam pengumumannya, Musk menyebut ini sebagai langkah strategis sebagai fondasi ekosistem teknologi paling terintegrasi di Bumi dan luar angkasa.
Kehadiran proyek ini menunjukkan arah baru dalam perkembangan AI, di mana teknologi tidak lagi hanya membantu pekerjaan manusia, tetapi mulai diarahkan untuk mengambil alih proses kerja secara menyeluruh, Jika berhasil dikembangkan, Macrohard berpotensi mengubah cara perusahaan software beroperasi, sekaligus mempercepat tren otomatisasi di dunia kerja digital.


