spot_img
Latest Phone

Huawei Band 10, Smartband ala Smartwatch Ini Kecanggihannya!

Telko.id - Huawei Device Indonesia resmi meluncurkan Huawei Band...

Xiaomi Smart Display Max 100, Layar Pintar Ultra Besar Pertama di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia meluncurkan Xiaomi Smart Display Max...

Garmin Connect, Bisa Rancang Rute Lebih Personal dan Menyenangkan

Telko.id - Dalam aplikasi Garmin Connect terdapat fitur khusus...

Oppo Campus Ambassador, Siapkan Talenta Muda di Bidang Teknologi dan Digital

Telko.id – Oppo Indonesia memperkenalkan program terbaru Oppo Campus...

Huawei Watch D2, Bisa Pantau Tekanan Darah 24 Jam

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan Huawei Watch D2 di...

ARTIKEL TERKAIT

Ternyata, Ini Alasan Apex Legends Jarang Update

Telko.id, Jakarta – Apex Legends muncul sebagai salah satu game Battle Royale yang populer belakangan ini bersama Fortnite. Akan tetapi, game besutan Electronic Arts dan Respawn tersebut dikeluhkan oleh para gamers. Kenapa?

Ya, banyak gamers mengeluh soal kurangnya pembaruan konten maupun fitur pada Apex Legends, berbeda jika dibandingkan dengan Fortnite yang terus merilis pembaruan ataupun fitur baru.

Menanggapi keluhan para gamers, Executive Producer Respawn, Drew McCoy memberikan fakta mengejutkan di balik jarangnya Apex Legends melakukan update.

{Baca juga: Epic Games Hadirkan Item Baru ‘Zebulon Drone’ di Fortnite?}

McCoy menjelaskan, mereka ingin menghindari krisis pada karyawan yang bisa dengan cepat menyebabkan mereka kelelahan.

“Tujuan jangka panjang kami adalah memastikan Apex Legends selalu terasa hidup dan berkembang, dengan fokus pada kualitas konten dibandingkan hal baru atau kecepatan rilis,” katanya sebagaimana dilansir The Verge, pada Senin (29/04/2019).

“Pada saat yang sama, kami ingin mempertahankan budaya kami sebagai tim pengembang dan menghindari krisis yang bisa dengan cepat menyebabkan kelelahan atau lebih buruk,” tambahnya.

Pernyataan pengembang Apex Legends ini muncul sehari setelah Polygon melaporkan kondisi kerja di Epic, pengembang game Fortnite. Laporan itu menyoroti artis, programmer, dan karyawan kontrak Epic yang telah mengalami krisis yang intens untuk mengikuti jadwal pembaruan game yang cepat dan padat.

{Baca juga: Apex Legends Tiba-tiba Aktifkan Fitur Penalti, Kenapa?}

“Orang-orang bekerja sangat keras pada Fortnite dan upaya Epic lainnya. Situasi ekstrem seperti 100 jam kerja seminggu sangat langka, dan dalam hal itu kami berusaha untuk segera memperbaikinya untuk menghindari kejadian terulang lagi,” kata Epic menanggapi laporan Polygon.

Masalah overwork memang telah menjadi masalah yang berulang kali terjadi dalam dunia video game blockbuster, dengan studio ikonik seperti BioWare dan Rockstar yang membuat karyawan kerja lembur secara ekstrem. (BA/FHP)

Sumber: The Verge

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU