spot_img
Latest Phone

Huawei Band 10, Smartband ala Smartwatch Ini Kecanggihannya!

Telko.id - Huawei Device Indonesia resmi meluncurkan Huawei Band...

Xiaomi Smart Display Max 100, Layar Pintar Ultra Besar Pertama di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia meluncurkan Xiaomi Smart Display Max...

Garmin Connect, Bisa Rancang Rute Lebih Personal dan Menyenangkan

Telko.id - Dalam aplikasi Garmin Connect terdapat fitur khusus...

Oppo Campus Ambassador, Siapkan Talenta Muda di Bidang Teknologi dan Digital

Telko.id – Oppo Indonesia memperkenalkan program terbaru Oppo Campus...

Huawei Watch D2, Bisa Pantau Tekanan Darah 24 Jam

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan Huawei Watch D2 di...

ARTIKEL TERKAIT

Stempel Tinta UV Buat “Ciduk” Pelaku Pelecehan di Kereta

Telko.id, Jakarta  – Untuk menjaga keamanan diri saat di ruang publik dari pelaku pelecehan seperti di kereta, ada banyak hal yang bisa dilakukan. Seperti dengan semprotan merica untuk melumpuhkan penyerang, memakai peluit, atau bisa juga pakai cara baru menggunakan stempel tinta UV. Apa itu?

Di Jepang, sebuah perusahaan alat tulis yang berbasis di Nagoya bernama Shachihata menjual alat yang disebut Anti-Nuisance Stamp atau Stempel Anti-Gangguan. Anda penasaran seperti apa fungsi alat itu?

{Baca juga: Viral, Seorang Jurnalis Wanita Bungkam “Predator” di Pesawat

Anti-Nuisance Stamp ini menggunakan tinta UV, yang berguna untuk mengecap atau menandai orang. Anti-Nuisance Stamp hadir untuk membantu para wanita di Jepang melawan pelecehan seksual di kereta api komuter.

Sayangnya, sepereti dikutip Telko.id dari Ubergizmo, Kamis (29/8/2019), belum ada informasi mengenai lokasi penjualan Anti-Nuisance Stamp. Demikian pula harga serta ketersediaannya di negara-negara lain, termasuk Indonesia.

Jepang merupakan satu negara dengan tingkat pelecehan seksual cukup tinggi. Pelecehan seksual di Jepang kerap terjadi di tempat-tempat ramai, seperti transportasi publik. Kepolisian Tokyo pun melakukan aneka upaya.

Beberapa waktu lalu, mereka melawan para pelaku pelecehan seksual dengan aplikasi ponsel bernama Digi Police. Aplikasi itu untuk mendeteksi kasus meraba-raba di transportasi publik seperti kereta api dan bus.

{Baca juga: Tak Ingin Diintai Polisi, Warga Kota Ini Tolak Face Recognition}

Aplikasi Digi Police membantu para korban pelecehan seksual untuk mengusir pelaku. Aplikasi tersebut akan mengeluarkan teriakan “Hentikan!” dengan suara keras dan menampilkan pesan SOS di layar ponsel korban. [SN/HBS]

Sumber: Ubergizmo

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU