spot_img
Latest Phone

Xiaomi Mijia Smart Audio Glasses Siap Masuk Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi mengonfirmasi rencana peluncuran...

Garmin Unified Cabin 2026: Revolusi Kabin Cerdas Berbasis AI

Telko.id - Garmin secara resmi memperkenalkan Garmin Unified Cabin...

Xiaomi Serentak Buka 50 Store, Perkuat Jaringan Retail di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi membuka 50 Xiaomi...

Garmin Connect Data Report 2025: Lari Terpopuler, Padel Tumbuh 1.684%

Telko.id - Garmin merilis Garmin Connect Data Report 2025...

Facebook Gelar Tiga Hari Festival bertajuk Nyasar ke Dimensi Facebook, Ini Targetnya

Telko.id – Facebook Indonesia siap meramaikan akhir pekan ini...

ARTIKEL TERKAIT

Aplikasi Alternatif TikTok Raup Untung Usai Kepemilikan Berubah

Telko.id – Sejumlah aplikasi disebut ikut meraup keuntungan setelah TikTok resmi mengubah struktur kepemilikannya di Amerika Serikat (AS). Salah satu aplikasi yang terdampak positif adalah UpScrolled, yang dikembangkan oleh Issam Hijazi, pengembang asal Palestina–Yordania–Australia.

Mengutip dari CNBC, UpScrolled masih terbilang muda. Aplikasi yang diluncurkan pada Juli 2025 ini didukung Tech for Palestine yang merupakan proyek advokasi untuk mendanai teknologi pro-Palestina.

Dalam sebuah kesempatan baru-baru ini, Hujazi mengatakan jumlah pengguna aplikasinya telah melampaui 2,5 juta pengguna. Ini mengalami peningkatan sebanyak 150 ribu hingga awal Januari lalu.

“Kami luncurkan enam bulan lalu dan jumlah pengguna kami meningkat sekitar 150 ribu hingga awal Januari. Dan dalam beberapa hari terakhir, kami mencapai lebih dari 1 juta pengguna secara global. Sekarang, mulai hari ini, kamu melampaui 2,5 juta pengguna secara global,” jelasnya dikutip dari Tech Crunch, Selasa (3/2/2026).

UpScrolled disebut media sosial perpaduan antara Instagram dengan X. platform mengklaim inklusif dengan semua suara dan mengizinkan semua konten, termasuk tidak ada perlakuan shadowban hingga sensor.

Hijazi juga pernah mengecam sejumlah perusahaan teknologi besar yang tidak etis dan menjual data pengguna demi keuntungan pribadi.

Selain itu menuding para jejaring sosial menekan konten yang pro-Palestina serta melakukan sensor pengguna dengan selektif.

“Mereka tidak peduli menjual data Anda dengan orang jika artinya membuat keuntungan bagi mereka. Dan tidak peduli dengan kesehatan mental Anda, artinya akan merancang sesuatu untuk membuat kecanduan menggunakan platform selama menguntungkan bagi mereka,” jelasnya.

Baca juga:

Namun kebijakan ini juga membuat kritikan besar merujuk ke UpScrolled. Banyak pengguna yang mengeluhkan UpScrolled lebih banyak konten porno dan telanjang.

Hijazi sendiri berupaya untuk mengatasinya. Dia mengatakan perusahaannya akan menerapkan pedoman komunitas untuk mematuhi hukum disejumlah wilayah.

Pihak UpScrolled tengah mengumpulkan tim ahli, sebagai cara untuk memperkuat pedoman komunitas dan mempertimbangkan umpan balik pengguna.

Mengutip dari Aljazeera, Hijazi sendiri sempat bekerja dengan perusahaan teknologi besar seperti Oracle dan IBM sebelum membangun UpScrolled. Dia mengatakan meninggalkan karirnya dan membangun perusahaannya saat serangan Israel ke Gaza.

Pendorong utamanya adalah tingkat sensor utama konten di berbagai aplikasi populer. Dia menemukan celah alternatif saat banyak konten disensor di platform besar.

“Saya menemukan celah dengan banyak orang bertanya mengapa tidak ada alternatif selain platform Big Tech untuk konten mereka, yang terus disensor. Jadi saya berpikir, mengapa kita tidak membangun sendiri? Saya langsung terjun dan membangunnya.

Sementara itu, terjualnya TikTok di AS, juga menguntungkan platform lain selain UpScrolled. Tercatat Skylight berbasis AT Protocol telah melampaui 380 ribu pengguna dalam waktu yang bersamaan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU