spot_img
Latest Phone

Garmin Instinct 3 Tactical Edition: Smartwatch Tangguh untuk Misi Ekstrem

Telko.id - Garmin baru saja menghadirkan Instinct 3 –...

ASUS Vivobook S14: Laptop AI 45+ TOPS untuk Produktivitas Tanpa Batas

Telko.id - ASUS Vivobook S14 (S3407QA), laptop terbaru yang...

Garmin vívoactive 6, Tak Sekadar Pintar, Dukung Gaya Hidup Aktif dan Tampil Lebih Gaya

Telko.id - Garmin Indonesia memperkenalkan vívoactive 6, smartwatch wellness...

Lebih Bugar Setelah Lebaran dengan Smartwatch Garmin

Telko.id - Pernahkah Anda merasa tubuh terasa berat dan...

PC Global Melonjak 4,9% di Q1 2025, Tapi Tarif China Ancam Pasokan

Telko.id - Angka-angka terbaru dari IDC mengungkap fakta mengejutkan:...

ARTIKEL TERKAIT

Setelah Alibaba dan Alphabet, Giliran Amazon Investasi di Gojek?

Telko.id, Jakarta Gojek dilaporkan akan mendapatkan suntikan dana dari Amazon. Dikabarkan, perusahaan besutan Nadiem Makarim itu sedang menjalin pembicaraan awal terkait investasi dari Amazon.

Dikutip Telko.id dari Reuters, Jumat (30/08/2019), informasi ini berasal dari sumber internal. Disebutkan, bahwa Amazon berminat untuk memberikan suntikan dana dalam bentuk pembelian saham Gojek.

Sayangnya, belum diketahui berapa jumlah dana yang diberikan Amazon terhadap perusahaan dengan logo Solv tersebut. Apalagi hingga kini, baik Gojek maupun Amazon belum memberikan komentar terkait isu tersebut.

Perlu diketahui, jika awal tahun ini Amazon membeli saham perusahaan pengiriman makanan online Deliveroo agar dapat bersaing dengan Uber Eats. Gojek sendiri memiliki banyak investor dari perusahaan teknologi global, seperti Alphabet Inc, Alibaba Group Holdings Inc, Tencent Holdings dan Visa Inc.

{Baca juga: Perjuangan Go-Jek dari Call Center Menjadi Perusahaan Decacorn}

Gojek merupakan perusahaan decacorn atau perusahaan dengan valuasi mencapai USD 10 miliar atau Rp 141,6 triliun. Kabar Gojek decacorn ini dilaporkan oleh lembara riset CB Insights dalam The Global Unicorn Club pada April lalu.

Dalam situs resmi CB Insights, valuasi Gojek telah menembus USD 10 miliar dan menduduki peringkat 19 secara global. Meningkatnya valuasi Gojek sejatinya tidak terlepas dari masifnya injeksi modal yang masuk ke perusahaan ini.

Sejak tahun 2014, mereka terus menghimpun dana dari luar negeri maupun dalam negeri. Seperti Google, Tencent Holdings, Temasek Holdings, Astra International dan Meituan Dianping.

{Baca juga: Selamat! Gojek Naik Kelas Menjadi Decacorn}

Terakhir pada 2018, Gojek berhasil memperoleh dana hingga USD 1,5 miliar atau Rp 21,2 triliun dari sejumlah investor, dan di awal tahun ini juga berhasil meraup dana USD 1 miliar atau Rp 14,1 triliun. Dengan dana tersebut, mereka akhirnya melakukan ekspansi pasar di sejumlah negara di Asia Tenggara. (NM/FHP)

Sumber: Reuters

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU