spot_img
Latest Phone

Huawei Band 10, Smartband ala Smartwatch Ini Kecanggihannya!

Telko.id - Huawei Device Indonesia resmi meluncurkan Huawei Band...

Xiaomi Smart Display Max 100, Layar Pintar Ultra Besar Pertama di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia meluncurkan Xiaomi Smart Display Max...

Garmin Connect, Bisa Rancang Rute Lebih Personal dan Menyenangkan

Telko.id - Dalam aplikasi Garmin Connect terdapat fitur khusus...

Oppo Campus Ambassador, Siapkan Talenta Muda di Bidang Teknologi dan Digital

Telko.id – Oppo Indonesia memperkenalkan program terbaru Oppo Campus...

Huawei Watch D2, Bisa Pantau Tekanan Darah 24 Jam

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan Huawei Watch D2 di...

ARTIKEL TERKAIT

Seperti Ini Pertarungan Vendor Small Cell Chip Sekarang

Telko.id – Saat ini para pembuat infrastruktur nirkabel lebih berhati-hati untuk memilih perusahaan semikonduktor yang memasok chipsetnya. Pasalnya, pemilihan ini dapat menciptakan ketegangan antara vendor chip. Di mana sebuah project akan dijadikan alat promosi vendor chipset akan keunggulan produknya. Tentu dengan ‘niat’ agar dapat menarik konsumen baru, seperti dilansir dari RCR Wireless.

Namun, dengan sesedikit mungkin mengungkapkan keunggulannya agar tetap kompetitif. Walau demikian sudah ada yang mengumumkan penawaran tentang potensi project nya di Small Cell chip ini.

Sebagai contoh solusi indoor dari SpiderCloud Wireless, yang mendapatkan traksi yang luar biasa dengan Verizon, telah digunakan secara tradisional oleh Broadcom pada produk integrated baseband processors. Walaupun, Broadcom sendiri telah secara signifikan mengurangi komitmennya untuk pasar Small Cell Chip sejak menjadi bagian dari Avago (perusahaan gabungan yang disebut Broadcom Ltd).

Itu sebabnya, SpiderCloud berpaling ke Qualcomm untuk LTE Small Cell yang akan mendukung licensed dan unlicensed spectrum bands.

Alcatel-Lucent sebenarnya juga menjadi pemimpin pasar Small Cell yang sekarang bisnisnya tersebut menjadi bagian dari Nokia. Termasuk dalam pembelian Nokia terhadap Alcatel-Lucent yang bernilai US$ 16.5 Miliar. Padahal, Qualcomm merupakan pemasok utama small cell chipset ke Nokia. Tentu ini menjadi ‘ganjalan’ bagi Qualcomm.

Seperti pada salah satu kontrak, di mana Qualcomm merupakan pemasok chipset untuk femtocell yang dikembangkan oleh Nokia untuk jaringan AS T-Mobile.

Qualcomm memang jadi ‘jawara’ di industri Small Cell chipset ini. Seperti pada beberapa kerjasama, Qualcomm banyak digunakan oleh para penyedia jaringan. Seperti, memasok chip untuk S1000, solusi dari CommScope Airvana ini sudah digunakkan oleh Sprint untuk mmenggelar jaringan in building.

Lalu Airspan, vendor yang telah bekerja dengan SoftBank dan diduga memasok banyak Small Cell untuk outdoor yang digunakan oleh Sprint dalam mengoptimalisasi jaringannya juga merupakan pelanggan Qualcomm.
Yang cukup berat di industri Small Cell ini adalah Intel. Pasalnya, Intel merupakan pendatang baru sehingga perlu banyak ‘belajar’ tentang pasar ini.

Pemain lain dalam industri Small Cell ini yang perlu diperhitungkan adalah Mindspeed, yang properti intelektual nya dimiliki oleh PicoChip. Di mana PicoChip adalah pemasok untuk ip.access, sebuah perusahaan yang mengawali bisnis dengan fokus pada pasar indoor tetapi sekarang mulai mengeksplorasi solusi luar ruang juga.

Perusahaan lain yang bermain di area Small Cell ini adalah Freescale, yang sekarang menjadi bagian dari NXP Semiconductor. Saat ini memiliki setidaknya dua pelanggan Small Cell utama yakni ZTE dan CommScope Airvana OneCell.

Tapi ada beberapa pihak yang memproyeksikan bahwa bisnis Small Cell Freescale ini kemungkinan akan ‘dilahap’ oleh rivalnya Qualcomm dalam beberapa bulan mendatang, karena Qualcomm sudah dalam perundingan untuk membeli NXP. (Icha)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU