Telko.id – Kabar revolusioner datang bagi pengguna ekosistem teknologi global. Google dilaporkan tengah memfinalisasi pembaruan sistem yang memungkinkan fitur Quick Share di perangkat Android untuk berinteraksi langsung dengan AirDrop milik Apple.
Langkah strategis ini diprediksi akan menjadi solusi permanen atas hambatan transfer data lintas platform yang selama ini dikeluhkan oleh jutaan pengguna di seluruh dunia.
Inisiatif interoperabilitas ini menandai babak baru dalam hubungan antara dua sistem operasi seluler terbesar di dunia. Selama bertahun-tahun, pengguna Android dan iOS terpaksa mengandalkan aplikasi pihak ketiga atau layanan berbasis cloud untuk memindahkan foto, video, atau dokumen antar perangkat.
Dengan pembaruan ini, tembok eksklusivitas yang dibangun oleh Apple melalui AirDrop perlahan mulai terbuka untuk standar komunikasi yang lebih universal.
Informasi mengenai penggabungan protokol komunikasi ini sebenarnya telah terindikasi melalui beberapa pembaruan komponen chipset terbaru.
Hal ini sejalan dengan kabar di mana konfirmasi Qualcomm menyebutkan bahwa dukungan hardware untuk transfer lintas platform sedang dimatangkan.
Integrasi ini tidak hanya sekadar pembaruan perangkat lunak, melainkan penyatuan standar nirkabel yang memungkinkan perangkat mengenali satu sama lain tanpa hambatan protokol.
Baca Juga:
Mekanisme Transfer Lintas Ekosistem
Sistem baru ini diharapkan bekerja dengan memanfaatkan kombinasi Bluetooth Low Energy untuk penemuan perangkat (discovery) dan Wi-Fi Direct untuk transfer data berkecepatan tinggi.
Sebelumnya, Quick Share (hasil penyatuan dengan Nearby Share Samsung) hanya bekerja optimal sesama Android atau ChromeOS.
Dengan perluasan ini, menu berbagi di Android akan secara otomatis mendeteksi perangkat iPhone, iPad, atau Mac yang berada dalam jangkauan AirDrop, begitu pula sebaliknya.
Penerapan fitur ini akan dilakukan secara bertahap melalui pembaruan Google Play Services, sehingga tidak terbatas pada perangkat flagship semata.
Ponsel entry-level hingga mid-range pun dipastikan akan mendapatkan kemampuan ini. Bahkan, perangkat terbaru yang sedang melakukan update HyperOS juga dipersiapkan untuk mendukung protokol universal tersebut secara bawaan.
Kecepatan transfer menjadi fokus utama dalam pengembangan fitur ini. Pengguna tidak lagi perlu khawatir tentang kompresi kualitas saat mengirim video resolusi tinggi atau folder berukuran besar.
Stabilitas koneksi antara Android dan iOS yang selama ini menjadi tantangan teknis, kini diatasi dengan standarisasi protokol yang disepakati oleh konsorsium teknologi terkait.
Dampak Bagi Pengguna dan Industri
Kemudahan ini tentu mengubah lanskap penggunaan smartphone sehari-hari. Bagi para konten kreator atau pekerja profesional yang menggunakan dua perangkat berbeda, alur kerja akan menjadi jauh lebih efisien.
Tidak ada lagi kebutuhan untuk mengirim file melalui email atau aplikasi pesan instan yang seringkali menurunkan kualitas gambar. Hal ini juga mendukung tren aplikasi sosial yang semakin terintegrasi, seperti upaya Snap Games yang menyatukan pengguna dari kedua platform.
Selain itu, langkah ini dinilai sebagai respon industri terhadap tekanan regulasi di Uni Eropa melalui Digital Markets Act (DMA), yang menuntut perusahaan teknologi besar untuk membuka “taman bertembok” (walled garden) mereka demi kompetisi yang lebih sehat.
Google mengambil inisiatif lebih awal untuk memastikan Android menjadi platform yang paling inklusif dan siap terhubung dengan siapa saja.
Ketersediaan fitur ini diprediksi akan segera meluncur dalam waktu dekat ke seluruh perangkat Android yang menjalankan versi sistem operasi yang didukung.
Bahkan smartphone dengan harga terjangkau seperti Galaxy A06 nantinya dapat mengirim file ke iPhone 15 Pro Max tanpa kendala, menjadikan kesenjangan fitur antar kelas perangkat semakin tipis dalam hal konektivitas dasar.
Terbukanya akses Quick Share ke AirDrop merupakan kemenangan besar bagi konsumen. Ini membuktikan bahwa kompetisi antar platform tidak harus mengorbankan kenyamanan pengguna.
Kini, fokus industri beralih pada seberapa mulus implementasi ini berjalan di dunia nyata saat dirilis secara global nanti. (Icha)


