spot_img
Latest Phone

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...

Xiaomi Mijia Smart Audio Glasses Siap Masuk Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi mengonfirmasi rencana peluncuran...

Garmin Unified Cabin 2026: Revolusi Kabin Cerdas Berbasis AI

Telko.id - Garmin secara resmi memperkenalkan Garmin Unified Cabin...

ARTIKEL TERKAIT

Qualcomm Punya Solusi Untuk Bantu DKI Atasi Kemacetan

Telko.id – Macet, sudah menjadi makanan keseharian masyarakat di Jakarta. Tidak lama lagi, pemerintah Jakarta akan memberlakukan mesin Electronic Road Pricing atau ERP di beberapa wilayah. Sebenarnya, Qualcomm memiliki solusi yang lebih efisien dibandingkan dengan ERP.

“Kami punya solusi yang lebih baik dibandingkan dengan sistem ERP yang akan diterapkan oleh pemerintah DKI,” ujar Shannedy Ong, Sr. Director and Country Manager Qualcomm Indonesia.

Solusi yang dimaksud oleh Shannedy ini adalah menggunakan teknologi mobile yang memang menjadi kepiawaian dari Qualcomm. Dimana, setiap kendaraan dapat dipasang chipset dari Qualcomm dan nanti yang akan melakukan pemantauan adalah BTS dari para operator. Sehingga tidak perlu menggunakan gerbang khusus seperti ERP.

Saat ini, memang Qualcomm baru akan melakukan pendekatan pada pemerintah DKI Jakarta bersama dengan partner nya. Partner dari Qualcomm ini yang nanti nya akan mengembangkan aplikasi yang mendukung program dari pemerintah DKI sebagai solusi kemacetan tersebut.

“Bahkan, kami sudah siap melakukan point of concept dan akan kami perlihatkan pada pemerintah DKI,” ujar Shannedy menambahkan.

Solusi ini sendiri merupakan konsep internet of thing yang merupakan turunan dari smart city yang dapat menjadi jawabab dari masalah yang dihadapi oleh pemerintah.

Hanya saja, yang menjadi kendala ketika solusi ini diterapkan adalah untuk menanamkan chipset pada kendaraan yang sudah beredar di pasar. Pasti ada biaya yang harus dikeluarkan oleh pemilik kendaraan untuk membeli dan menanamkan chipset ini. Sedangkan untuk kendaraan baru lebih mudah karena Qualcomm bersama dengan partner bisa melakukan kerjasama dengan para Agen Tunggal Pemegang Merek atau sering disebut dengan ATPM mobil di Indonesia. (Icha)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU