spot_img
Latest Phone

Xiaomi Serentak Buka 50 Store, Perkuat Jaringan Retail di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi membuka 50 Xiaomi...

Garmin Connect Data Report 2025: Lari Terpopuler, Padel Tumbuh 1.684%

Telko.id - Garmin merilis Garmin Connect Data Report 2025...

Facebook Gelar Tiga Hari Festival bertajuk Nyasar ke Dimensi Facebook, Ini Targetnya

Telko.id – Facebook Indonesia siap meramaikan akhir pekan ini...

Garmin Manfaatkan Data Wearable, Pengendalian Diabetes Personal

Telko.id - Memperingati Hari Diabetes Sedunia, Garmin Indonesia menyoroti...

Garmin Instinct Crossover AMOLED Resmi Hadir di Indonesia

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi meluncurkan dan memperkenalkan...

ARTIKEL TERKAIT

QRIS Kini Jadi Kebutuhan UMKM di Era Transaksi Non-Tunai

Hadir sebagai narasumber, Dr. Erina Sudaryati, Dra., MS., Ak., Dosen Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga, membedah tuntas mengenai apakah QRIS saat ini masih menjadi pilihan (opsi) atau sudah bergeser menjadi sebuah keharusan bagi UMKM. Menurut Dr. Erina, di tengah perubahan perilaku konsumen yang semakin cashless (non-tunai), QRIS bukan lagi sekadar gaya hidup, melainkan instrumen vital untuk keberlanjutan usaha.

“Jika ditanya apakah ini opsi atau harus, jawabannya kini cenderung menjadi keharusan. Mengapa? Karena konsumen saat ini mencari kecepatan dan praktis. UMKM yang tidak menyediakan layanan pembayaran digital berisiko kehilangan potensi pasar, terutama dari kalangan generasi muda,” ujar Dr. Erina.

Sebagai pakar akuntansi, Dr. Erina menekankan bahwa QRIS memberikan manfaat besar yang sering kali tidak disadari oleh pelaku UMKM, yaitu pencatatan keuangan yang rapi. Tranparansi Keuangan: Setiap transaksi tercatat secara otomatis dalam sistem perbankan. Ini meminimalisir risiko uang hilang atau salah hitung manual. Pemisahan Kas: Membantu pengusaha memisahkan antara uang pribadi dan uang usaha, yang selama ini menjadi kendala klasik UMKM.

Akses Kredit Perbankan: Riwayat transaksi digital di QRIS dapat menjadi ‘track record’ atau portofolio keuangan yang valid saat UMKM ingin mengajukan pinjaman modal ke bank (bankable).

Meski memiliki banyak keunggulan, Dr. Erina tidak menampik adanya tantangan di lapangan. Beberapa pelaku usaha mikro masih mengeluhkan adanya biaya Merchant Discount Rate (MDR) dan kekhawatiran akan keamanan digital.

“Edukasi adalah kunci. Pelaku UMKM perlu memahami bahwa biaya administrasi yang kecil tersebut sebanding dengan keamanan dan kemudahan manajemen keuangan yang didapatkan. Pemerintah dan perbankan harus terus mendampingi agar mereka tidak merasa terbebani,” katanya.

Penerapan QRIS bagi UMKM di Surabaya dan sekitarnya adalah langkah strategis untuk ‘naik kelas’. Dengan beralih ke digital, UMKM tidak hanya mengikuti zaman, tetapi juga membangun pondasi keuangan yang lebih profesional dan akuntabel.

“Digitalisasi bukan untuk menyullitkan, tapi untuk memastikan UMKM kita memiliki daya saing yang setara dengan usaha besar,” ucar Dr. Erina dalam dialog Pro 4 RRI Surabaya.

Telko.id – Seiring transformasi digital di sektor keuangan, pelaku UMKM didorong untuk beradaptasi. Hal tersebut mengemuka dalam dialog interaktif Tanjung Perak Pagi Pro 4 RRI Surabaya edisi Sabtu (10/1/2026), yang menyoroti pentingnya penggunaan QRIS.

Hadir sebagai narasumber, Dr. Erina Sudaryati, Dra., MS., Ak., Dosen Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga, membedah tuntas mengenai apakah QRIS saat ini masih menjadi pilihan (opsi) atau sudah bergeser menjadi sebuah keharusan bagi UMKM. Menurut Dr. Erina, di tengah perubahan perilaku konsumen yang semakin cashless (non-tunai), QRIS bukan lagi sekadar gaya hidup, melainkan instrumen vital untuk keberlanjutan usaha.

“Jika ditanya apakah ini opsi atau harus, jawabannya kini cenderung menjadi keharusan. Mengapa? Karena konsumen saat ini mencari kecepatan dan praktis. UMKM yang tidak menyediakan layanan pembayaran digital berisiko kehilangan potensi pasar, terutama dari kalangan generasi muda,” ujar Dr. Erina.

Baca juga:

Sebagai pakar akuntansi, Dr. Erina menekankan bahwa QRIS memberikan manfaat besar yang sering kali tidak disadari oleh pelaku UMKM, yaitu pencatatan keuangan yang rapi. Tranparansi Keuangan: Setiap transaksi tercatat secara otomatis dalam sistem perbankan. Ini meminimalisir risiko uang hilang atau salah hitung manual. Pemisahan Kas: Membantu pengusaha memisahkan antara uang pribadi dan uang usaha, yang selama ini menjadi kendala klasik UMKM.

Akses Kredit Perbankan: Riwayat transaksi digital di QRIS dapat menjadi ‘track record’ atau portofolio keuangan yang valid saat UMKM ingin mengajukan pinjaman modal ke bank (bankable).

Meski memiliki banyak keunggulan, Dr. Erina tidak menampik adanya tantangan di lapangan. Beberapa pelaku usaha mikro masih mengeluhkan adanya biaya Merchant Discount Rate (MDR) dan kekhawatiran akan keamanan digital.

“Edukasi adalah kunci. Pelaku UMKM perlu memahami bahwa biaya administrasi yang kecil tersebut sebanding dengan keamanan dan kemudahan manajemen keuangan yang didapatkan. Pemerintah dan perbankan harus terus mendampingi agar mereka tidak merasa terbebani,” katanya.

Penerapan QRIS bagi UMKM di Surabaya dan sekitarnya adalah langkah strategis untuk ‘naik kelas’. Dengan beralih ke digital, UMKM tidak hanya mengikuti zaman, tetapi juga membangun pondasi keuangan yang lebih profesional dan akuntabel.

“Digitalisasi bukan untuk menyullitkan, tapi untuk memastikan UMKM kita memiliki daya saing yang setara dengan usaha besar,” ucar Dr. Erina dalam dialog Pro 4 RRI Surabaya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU