Telko.id – Qualcomm Technologies Inc. secara resmi mengumumkan kehadiran Snapdragon Wear Elite Platform dalam ajang teknologi di Barcelona, menandai babak baru dalam evolusi perangkat wearable.
Platform ini dirancang khusus untuk menghadirkan pengalaman Personal AI yang berjalan langsung di perangkat (on-device), memungkinkan interaksi yang lebih cerdas, personal, dan responsif pada berbagai bentuk perangkat seperti jam tangan pintar.
Sebagai terobosan signifikan, chipset ini menjadi platform wearable pertama di industri yang mengintegrasikan Neural Processing Unit (NPU) khusus, mendukung sistem operasi utama termasuk Wear OS by Google, Android, dan Linux.
Peluncuran ini menegaskan visi Qualcomm untuk mengubah peran perangkat wearable dari sekadar aksesori pelengkap smartphone menjadi komponen vital dalam jaringan kecerdasan buatan.
Alex Katouzian, Executive Vice President and Group General Manager, Mobile, Compute & XR (MCX) Qualcomm Technologies, Inc., menjelaskan bahwa Snapdragon Wear Elite bukan hanya tentang perangkat keras, melainkan fondasi bagi kategori baru perangkat Personal AI.
Menurutnya, teknologi ini memungkinkan perangkat untuk menjadi bagian aktif dari jaringan AI terdistribusi, mencakup berbagai ekosistem komputasi.
Kehadiran platform ini mendapat dukungan penuh dari para pemain besar industri teknologi global. Nama-nama besar seperti Google, Motorola, dan Samsung telah menyatakan komitmennya untuk mengadopsi teknologi ini.
Dengan kemampuan pemrosesan sensor canggih dan arsitektur NPU yang terintegrasi, Snapdragon Wear Elite menjanjikan pengalaman pengguna yang mampu belajar dan beradaptasi dengan konteks aktivitas sehari-hari, mewujudkan apa yang disebut Qualcomm sebagai “Ecosystem of You”.
Revolusi Personal AI Melalui “Ecosystem of You”
Konsep utama yang diusung oleh Snapdragon Wear Elite adalah penciptaan ekosistem personal yang terpadu. Dalam visi ini, seluruh perangkat pengguna bekerja sebagai satu kesatuan yang harmonis.
Agen AI cerdas dengan kemampuan multimodal akan bergerak bersama pengguna, memahami konteks situasi, serta mengantisipasi kebutuhan secara proaktif di setiap perangkat yang terhubung.
Kunci dari kemampuan ini terletak pada integrasi Qualcomm Hexagon NPU. Komponen ini memungkinkan perangkat wearable menjalankan model AI hingga miliaran parameter langsung di edge atau di perangkat itu sendiri, tanpa harus selalu bergantung pada cloud.
Hal ini dipadukan dengan teknologi sensor fusion canggih yang meningkatkan akurasi pembacaan data lingkungan dan biometrik pengguna.

Kombinasi antara konektivitas berkinerja tinggi dan efisiensi daya yang optimal membuka peluang baru bagi pengalaman AI personal. Pengguna dapat menikmati fitur-fitur seperti rekomendasi berbasis konteks yang lebih akurat, interaksi suara yang jauh lebih alami, hingga kemampuan life logging yang detail.
Lebih jauh lagi, platform ini memungkinkan agen AI untuk mengambil tindakan nyata dan mengatur berbagai tugas atas nama pengguna secara otomatis, mirip dengan konsep Revolusi Kabin Cerdas yang juga mengandalkan integrasi AI mendalam.
Lonjakan Performa dan Efisiensi Daya
Salah satu tantangan terbesar dalam perangkat wearable adalah menyeimbangkan performa tinggi dengan daya tahan baterai. Snapdragon Wear Elite menjawab tantangan ini dengan peningkatan spesifikasi yang masif.
Platform ini menawarkan peningkatan performa CPU single-core hingga 5 kali lipat dan kecepatan GPU hingga 7 kali lebih cepat dibandingkan generasi sebelumnya. Peningkatan ini menjamin peluncuran aplikasi yang instan, multitasking yang lancar, serta rendering grafis yang jauh lebih mulus.
Baca Juga:
Meskipun performanya melonjak drastis, efisiensi daya justru semakin baik. Teknologi manajemen daya terbaru memungkinkan waktu penggunaan hingga 30 persen lebih lama. Hal ini mendukung daya tahan baterai hingga beberapa hari, mengurangi frekuensi pengisian daya yang sering dikeluhkan pengguna smartwatch saat ini.
Ketika daya habis, fitur rapid charging mampu mengisi baterai hingga 50 persen hanya dalam waktu sekitar 10 menit, memastikan perangkat siap digunakan kembali dengan cepat.
Konektivitas Terlengkap di Kelasnya
Snapdragon Wear Elite menghadirkan arsitektur konektivitas multi-mode yang sangat komprehensif. Platform ini mengintegrasikan enam teknologi canggih untuk memastikan perangkat selalu terhubung dalam berbagai kondisi.
Teknologi pertama adalah 5G RedCap, yang menghadirkan konektivitas seluler berdaya rendah namun tetap canggih, menjaga perangkat tetap online tanpa menguras baterai secara berlebihan.
Selanjutnya, terdapat fitur Micro-Power Wi-Fi. Teknologi ini memungkinkan koneksi Wi-Fi yang selalu aktif dengan konsumsi daya sangat minim. Fitur ini sangat ideal untuk sinkronisasi konteks AI yang berkelanjutan, pertukaran data yang kaya, serta koordinasi mulus dengan perangkat terdekat maupun layanan cloud, sebuah aspek penting yang juga menjadi fokus dalam pengembangan Smartphone Masa Depan.
Untuk konektivitas jarak dekat, platform ini dilengkapi dengan Bluetooth 6.0 yang mendukung interaksi lebih presisi antar perangkat dalam ekosistem personal. Selain itu, dukungan Ultra-Wideband (UWB) memungkinkan interaksi yang aman dan akurat dalam jarak dekat.
Fitur ini berguna untuk menemukan perangkat yang hilang serta terhubung dengan aset berharga seperti mobil, rumah pintar, dan lingkungan perusahaan.
Akurasi lokasi juga ditingkatkan melalui GNSS yang mendukung pemrosesan AI, sehingga perangkat dapat menyesuaikan interaksi berdasarkan lokasi spesifik pengguna.
Terakhir, fitur NB-NTN memperluas jangkauan hingga ke jaringan satelit. Melalui kerja sama dengan mitra seperti Skylo, fitur ini memungkinkan pengiriman pesan dua arah dan komunikasi darurat saat jaringan seluler atau Wi-Fi tidak tersedia.
Dukungan Ekosistem Global
Keberhasilan sebuah platform sangat bergantung pada ekosistem pendukungnya. Google, sebagai pengembang Wear OS, menyambut baik kehadiran chipset ini.
Bjørn Kilburn, GM of Wear OS by Google, menyatakan bahwa Snapdragon Wear Elite menghadirkan fondasi penting berupa performa, daya tahan baterai, dan konektivitas untuk pengembangan Wear OS generasi berikutnya yang lebih cerdas.
Motorola juga melihat potensi besar dari platform ini. Francois LaFlamme, Vice President and Chief Strategy and Marketing Officer Motorola, mengungkapkan bahwa mereka tengah menjelajahi konsep “Project Maxwell” sebagai pendamping AI yang perseptif.
Platform baru Qualcomm ini dianggap mampu membuka peluang untuk merealisasikan konsep tersebut, menyeimbangkan kecerdasan di perangkat dengan efisiensi komputasi.
Sementara itu, Samsung menegaskan komitmennya untuk memperluas kolaborasi dengan Qualcomm ke kategori wearable.
InKang Song, Executive Vice President Samsung Electronics, menyebutkan bahwa integrasi Snapdragon Wear Elite akan menjadikan Galaxy Watch generasi berikutnya sebagai pendamping kesehatan yang lebih menyeluruh, sejalan dengan visi Inovasi Galaxy AI yang terus dikembangkan perusahaan.
Perangkat komersial pertama yang ditenagai oleh Snapdragon Wear Elite Platform diperkirakan akan mulai tersedia di pasar dalam beberapa bulan mendatang, membawa pengalaman baru bagi pengguna teknologi wearable di seluruh dunia. (Icha)

