spot_img
Latest Phone

Garmin Manfaatkan Data Wearable, Pengendalian Diabetes Personal

Telko.id - Memperingati Hari Diabetes Sedunia, Garmin Indonesia menyoroti...

Garmin Instinct Crossover AMOLED Resmi Hadir di Indonesia

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi meluncurkan dan memperkenalkan...

Garmin Run Indonesia 2025 dan Limbah.id berhasil Kumpulkan Hampir 3 Ton Sampah

Telko.id — Garmin Indonesia sukses menggelar ajang lari tahunan...

Instagram Safety Camp: Peran Orang Tua Kunci Keamanan Digital Remaja

Telko.id - Meta menyelenggarakan Instagram Safety Camp di Indonesia...

Garmin Venu 4 Resmi Dirilis, Bawa Wellness Adaptif ke Indonesia

Telko.id - Garmin secara resmi meluncurkan Venu 4 di...

ARTIKEL TERKAIT

Perangkat Robotik Ini Bantu Penderita Penyakit Otak

Telko.id, Jakarta  – Para ilmuwan telah mengembangkan perangkat robotik nan revolusioner yang diklaim mampu meningkatkan kemampuan berjalan dan berlari. Perangkat ini nantinya akan membantu pasien penderita gangguan penyakit otak atau neurodegeneratif.

Seperti dilansir New York Post, perangkat tersebut bisa dikenakan oleh petugas pemadam kebakaran atau petugas penyelamat yang menavigasi medan menantang.

{Baca juga: Biar Gak Jatuh, Peneliti Ciptakan Ekor Robot untuk Lansia}

Perangkat itu mempunyai berat 11 pound atau sekitar lima kiligram dan terbuat dari komponen tekstil. Perangkat akan menempel di pinggang dan paha pengguna.

Studi terobosan ini memberi kita gambaran sekilas ke masa depan di mana perangkat robot dapat dipakai untuk meningkatkan hidup sehat serta membantu rehabilitasi.

Donald Ingber dari Institut Wyss untuk Teknik Inspirasi Biologis di Universitas Harvard berujar, perangkat tersebut dikendalikan oleh algoritma untuk mendeteksi.

Dikutip Telko.id, Minggu (18/8/2019), algoritma bisa mendeteksi apakah pengguna berjalan atau berlari. Perangkat itu juga membantu penderita gangguan neurodegeneratif.

Profesor Conor Walsh dari Wyss Institute sekaligus pemimpin penelitian menyatakan senang melihat perangkat tersebut berkinerja baik selama pengguna berjalan menanjak.

Saat tes treadmill di dalam ruangan, perangkat mampu mengurangi tingkat metabolisme pengguna kala berjalan dan berlari dengan rata-rata 9,3 persen dan empat persen.

{Baca juga: Robot Ciptaan IBM Bantu Pasien Uji Coba Obat}

“Penelitian kami menunjukkan bahwa sangat mungkin untuk memiliki robot yang dapat dikenakan secara portabel guna membantu manusia melakukan aktivitas tunggal,” ujarnya. [SN/HBS]

Sumber: NY Post

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU