spot_img
Latest Phone

Xiaomi Serentak Buka 50 Store, Perkuat Jaringan Retail di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi membuka 50 Xiaomi...

Garmin Connect Data Report 2025: Lari Terpopuler, Padel Tumbuh 1.684%

Telko.id - Garmin merilis Garmin Connect Data Report 2025...

Facebook Gelar Tiga Hari Festival bertajuk Nyasar ke Dimensi Facebook, Ini Targetnya

Telko.id – Facebook Indonesia siap meramaikan akhir pekan ini...

Garmin Manfaatkan Data Wearable, Pengendalian Diabetes Personal

Telko.id - Memperingati Hari Diabetes Sedunia, Garmin Indonesia menyoroti...

Garmin Instinct Crossover AMOLED Resmi Hadir di Indonesia

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi meluncurkan dan memperkenalkan...

ARTIKEL TERKAIT

Pendiri PayPal Tuding Google Disusupi Intelijen China

Telko.id, Jakarta – Pendiri PayPal dan Palantir, Peter Thiel, mendesak CIA dan FBI mengusut keputusan Google menjalin kerja sama dengan militer China terkait Project Dragonfly. Ia menganggap Google telah berkhianat.

Pada konferensi Konservatisme Nasional di Washington, belum lama ini, Thiel mengungkapkan kecurigaanya bahwa Google telah disusupi oleh intelijen China. Sebab, raksasa teknologi itu cukup berani “menerobos” kebijakan Amerika Serikat (AS).

{Baca juga: Google Batal Luncurkan Mesin Pencari di China}

Seperti dikutip Telko.id dari Daily Mail, Rabu (17/7/2019), Thiel pun meminta kepada CIA dan FBI untuk mengonfirmasi ke Google terkait kerja sama dengan militer China dalam pengadaan mesin pencari bernama Project Dragonfly.

Belum cukup, Thiel mengkritik pula keputusan Google untuk tidak memperbarui kontrak dengan Pentagon. Sekadar informasi, Google sempat bekerja sama dengan Pentagon di teknologi mesin pembelajaran dalam Project Maven.

Sebelumnya, Google santer diberitakan sedang menggarap mesin pencari yang telah disensor khusus China. Namanya Project Dragonfly. Namun, proyek tersebut mendapat banyak kecaman, termasuk dari para karyawan Google.

{Baca juga: Awas! Album di Google Photos Bisa “Diintip” Pengguna Lain}

Jajaran eksekutif Google yang bertanggung jawab atas Proyek Dragonfly sampai begitu khawatir terhadap perlawanan para karyawan. Mereka pun mengisolasi para pegawai dan mengabaikan prosedur perusahaan dalam menggarapnya.

Google secara sengaja mengisolasi tim-tim yang bekerja dalam proyek tersebut sehingga tidak bisa saling berkomunikasi. Mereka benar-benar ingin memastikan kerahasiaan Project Dragonfly supaya tidak ada kemungkinan bocor ke internet. [SN/IF]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU