spot_img
Latest Phone

Huawei Band 10, Smartband ala Smartwatch Ini Kecanggihannya!

Telko.id - Huawei Device Indonesia resmi meluncurkan Huawei Band...

Xiaomi Smart Display Max 100, Layar Pintar Ultra Besar Pertama di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia meluncurkan Xiaomi Smart Display Max...

Garmin Connect, Bisa Rancang Rute Lebih Personal dan Menyenangkan

Telko.id - Dalam aplikasi Garmin Connect terdapat fitur khusus...

Oppo Campus Ambassador, Siapkan Talenta Muda di Bidang Teknologi dan Digital

Telko.id – Oppo Indonesia memperkenalkan program terbaru Oppo Campus...

Huawei Watch D2, Bisa Pantau Tekanan Darah 24 Jam

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan Huawei Watch D2 di...

ARTIKEL TERKAIT

Pakai Kuis Facebook, Pria di Ukraina Curi Data Pengguna

Telko.id, Jakarta – Facebook menuntut dua pria Ukrania karena diduga menggunakan aplikasi kuis Facebook untuk mencuri data pengguna. Tak hanya itu, mereka menggunakannya untuk memasang iklan di beranda akun Facebook.

Dokumen tuntutan Facebook terhadap dua pria tersebut telah dimasukkan ke pengadilan pada Jumat (8/3/2019) pekan lalu.

Isinya, Facebook menuduh Gleb Sluchevsky dan Andrey Gorbachov telah melakukan aksi itu selama bertahun-tahun.

Pada periode antara 2017 dan 2018, mereka mendorong pengguna untuk memasang plugin untuk peramban dengan malware. Mereka menawari orang-orang yang memasang plugin untuk mengikuti tes horoskop serta karakter dan popularitas.

{Baca juga: Facebook Sengaja Langgar Regulasi Privasi Data?}

Dengan skema tersebut, mereka berhasil menipu 63.000 pengguna Facebook.  Sluchevsky dan Gorbachov diduga membuat empat aplikasi web, termasuk Supertest dan Fquiz, yang menargetkan para pengguna asal Rusia dan Ukraina.

Menurut dokumen yang diserahkan Facebook ke pengadilan, aplikasi-aplikasi itu menawarkan berbagai kuis kepribadian seperti “Siapa Anda sebagai vampire modern?” yang diilustrasikan dengan gambar dari Twilight atau pertanyaan lain.

Aplikasi web itu menawarkan fitur login dengan Facebook, menjanjikan hanya akan mengambil informasi pribadi dalam jumlah tidak banyak. Namun, aplikasi tersebut justru mengarahkan pengguna untuk memasang ekstensi peramban.

Nantinya, peretas jadi mempunyai akses ke akun Facebook korban dan akun media sosial lain. Dalam tuntutannya, Facebook menuduh mereka telah mengambil informasi profil pengguna yang bisa dilihat semua orang serta daftar teman tersembunyi.

{Baca juga: Belum Kapok, Facebook Salahgunakan Data Pribadi Pengguna}

Tak cukup, mereka juga menampilkan iklan buatan sendiri di beranda korban. Ada dugaan kuat, Sluchevsky dan Gorbachov juga memiliki hubungan dengan kasus penjualan 81.000 pesan pribadi Facebook yang terjadi pada tahun lalu. [SN/HBS]

Sumber: The Verge

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU