spot_img
Latest Phone

Xiaomi Serentak Buka 50 Store, Perkuat Jaringan Retail di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi membuka 50 Xiaomi...

Garmin Connect Data Report 2025: Lari Terpopuler, Padel Tumbuh 1.684%

Telko.id - Garmin merilis Garmin Connect Data Report 2025...

Facebook Gelar Tiga Hari Festival bertajuk Nyasar ke Dimensi Facebook, Ini Targetnya

Telko.id – Facebook Indonesia siap meramaikan akhir pekan ini...

Garmin Manfaatkan Data Wearable, Pengendalian Diabetes Personal

Telko.id - Memperingati Hari Diabetes Sedunia, Garmin Indonesia menyoroti...

Garmin Instinct Crossover AMOLED Resmi Hadir di Indonesia

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi meluncurkan dan memperkenalkan...

ARTIKEL TERKAIT

Pakai AI, DeepMind Bisa Deteksi Ginjal Akut Dalam 15 Menit

Telko.id, Jakarta  – Cedera ginjal akut atau Acute Kidney Injury (AKI) telah membunuh 500 ribu orang di Amerika Serikat dan 100 ribu orang di Inggris setiap tahun. Hal tersebut terjadi lantaran cedera ginjal akut tidak terdeteksi sejak awal.

Untuk mencegah hal tersebut menimpa lebih banyak orang lagi, para peneliti dari DeepMind, perusahaan Artificial Intelligence (AI) milik Alphabet, mengembangkan algoritma untuk memprediksi AKI.

DeepMind bermitra dengan Departemen Urusan Veteran AS. Algoritma tersebut dapat memprediksi keberadaan AKI hingga 48 jam sebelum kejadian. Uji coba berhasil mengidentifikasi 9 dari 10 pasien.

{Baca juga: Berkat Drone, Perempuan Ini Sukses Transplantasi Ginjal}

Bersamaan dengan itu, DeepMind menghadirkan asisten mobile bernama Streams. Hasil uji coba menunjukkan, menggunakan Streams, dokter spesialis bisa meninjau kasus mendesak dalam waktu 15 menit.

Menurut Engadget, dikutip Telko.id, Kamis (01/08/2019), menggunakan aplikasi itu, hanya 3,3 persen dari kasus AKI yang terlewatkan. Padahal, tanpa pemakaian aplikasi AKI, ada 12,4 persen kasus yang terlewatkan.

{Baca juga: Di-Retweet Donald Trump, Akun Ini Langsung Diblokir Twitter}

Aplikasi itu juga membantu penghematan biaya perawatan kesehatan. Dikombinasikan dengan algoritma pendeteksian AKI, aplikasi ini dapat menawarkan deteksi dini yang lebih baik.

Dengan alat tersebut, perusahaan berharap bisa memajukan obat dari model reaktif ke pendekatan berbasis pencegahan. Tim peneliti juga berencana untuk meneruskan pekerjaan ini sebagai bagian dari Google Health. (SN/FHP)

Sumber: Engadget

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU