spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...

ARTIKEL TERKAIT

Pakai AI, DeepMind Bisa Deteksi Ginjal Akut Dalam 15 Menit

Telko.id, Jakarta  – Cedera ginjal akut atau Acute Kidney Injury (AKI) telah membunuh 500 ribu orang di Amerika Serikat dan 100 ribu orang di Inggris setiap tahun. Hal tersebut terjadi lantaran cedera ginjal akut tidak terdeteksi sejak awal.

Untuk mencegah hal tersebut menimpa lebih banyak orang lagi, para peneliti dari DeepMind, perusahaan Artificial Intelligence (AI) milik Alphabet, mengembangkan algoritma untuk memprediksi AKI.

DeepMind bermitra dengan Departemen Urusan Veteran AS. Algoritma tersebut dapat memprediksi keberadaan AKI hingga 48 jam sebelum kejadian. Uji coba berhasil mengidentifikasi 9 dari 10 pasien.

{Baca juga: Berkat Drone, Perempuan Ini Sukses Transplantasi Ginjal}

Bersamaan dengan itu, DeepMind menghadirkan asisten mobile bernama Streams. Hasil uji coba menunjukkan, menggunakan Streams, dokter spesialis bisa meninjau kasus mendesak dalam waktu 15 menit.

Menurut Engadget, dikutip Telko.id, Kamis (01/08/2019), menggunakan aplikasi itu, hanya 3,3 persen dari kasus AKI yang terlewatkan. Padahal, tanpa pemakaian aplikasi AKI, ada 12,4 persen kasus yang terlewatkan.

{Baca juga: Di-Retweet Donald Trump, Akun Ini Langsung Diblokir Twitter}

Aplikasi itu juga membantu penghematan biaya perawatan kesehatan. Dikombinasikan dengan algoritma pendeteksian AKI, aplikasi ini dapat menawarkan deteksi dini yang lebih baik.

Dengan alat tersebut, perusahaan berharap bisa memajukan obat dari model reaktif ke pendekatan berbasis pencegahan. Tim peneliti juga berencana untuk meneruskan pekerjaan ini sebagai bagian dari Google Health. (SN/FHP)

Sumber: Engadget

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU