Telko.id – OpenAI resmi menghapus akses ke sejumlah model ChatGPT lama, termasuk GPT-4o, GPT-4.1, GPT-4.1 mini, dan OpenAI o4-mini, dari platform utamanya mulai 13 Februari 2026. Keputusan ini menjadi titik balik signifikan dalam evolusi layanan ChatGPT, di mana model-model generasi sebelumnya disingkirkan demi konsolidasi dan fokus pada teknologi terbaru seperti GPT-5.2.
GPT-4o sendiri merupakan salah satu model yang paling populer di kalangan pengguna ChatGPT karena karakter percakapannya yang lebih hangat, ekspresif, dan terasa “manusiawi”.
Sejak diluncurkan pada 2024 sebagai versi multimodal yang dapat memproses teks, gambar, dan audio, GPT-4o sempat menjadi favorit untuk tugas-tugas kreatif, interaksi sosial, dan percakapan sehari-hari.
Di masa lalu, OpenAI sempat menarik GPT-4o saat peluncuran model GPT-5 dan kemudian mengembalikannya setelah adanya reaksi pengguna yang kuat. Namun kini perusahaan memutuskan untuk mengakhiri dukungan untuk GPT-4o secara definitif, menyusul tren migrasi mayoritas pengguna ke model yang lebih baru dan berperforma lebih tinggi.
Menurut catatan resmi OpenAI, hanya sekitar 0,1 % pengguna harian yang masih memilih GPT-4o, sehingga pertumbuhan penggunaan model tersebut dinilai menurun. Langkah pensiunkan model lama ini juga menyertai penghapusan varian GPT-5 (Instant dan Thinking) yang sebelumnya tersedia dalam pilihan model di ChatGPT.
Baca juga:
- OpenAI Uji Coba Iklan di ChatGPT untuk Pengguna Gratis
- OpenAI Rilis GPT-5.3 Codex, Model AI Coding Tercanggih
Perubahan tersebut mencerminkan strategi OpenAI untuk menyederhanakan jajaran model yang ditawarkan dan mengarahkan pengguna pada solusi yang lebih terintegrasi dan terlatih lebih dalam, seperti GPT-5.2.
Apa Artinya bagi Pengguna dan Teknologi ChatGPT ke Depan
Secara teknologi, pensiunan model-model lama ini menandai fase di mana OpenAI berfokus pada pengembangan sistem generasi terbaru yang lebih responsif, akurat, dan aman.
Model GPT-5.2, yang kini menjadi model default, menghadirkan kemampuan penalaran yang lebih kuat, respons yang lebih natural, dan dukungan fitur lanjutan di ChatGPT — mulai dari pemrosesan konteks panjang, pemahaman suara, hingga kemampuan multitugas kompleks.
Bagi pengguna, keputusan ini memiliki dua sisi. Di satu pihak, penarikan model seperti GPT-4o mungkin mengecewakan bagi mereka yang menikmati interaksi hangat atau gaya bahasa khas model tersebut. Namun di sisi lain, fokus pada model yang lebih baru berarti ChatGPT dapat memberikan hasil jawaban yang lebih akurat, cerdas, dan konsisten, terutama untuk tugas-tugas profesional, riset, dan pemecahan masalah teknis.
Konsolidasi ini juga menyederhanakan pengalaman pengguna secara keseluruhan, karena platform tidak lagi harus menampung berbagai model lawas yang performanya sudah ketinggalan zaman.
Meskipun demikian, nostalgia dan keterikatan emosional terhadap model lama menunjukkan bahwa dinamika human-AI interaction akan terus menjadi aspek penting dalam pengembangan teknologi generatif AI ke depan.


