spot_img
Latest Phone

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...

Xiaomi Mijia Smart Audio Glasses Siap Masuk Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi mengonfirmasi rencana peluncuran...

Garmin Unified Cabin 2026: Revolusi Kabin Cerdas Berbasis AI

Telko.id - Garmin secara resmi memperkenalkan Garmin Unified Cabin...

ARTIKEL TERKAIT

OpenAI Gandeng Cerebras US$10 Miliar, Tantang Dominasi Nvidia

Telko.id – Dominasi Nvidia di industri chip mulai mendapat tantangan baru. Cerebras, perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, dilaporkan berhasil mengantongi kesepakatan senilai US$10 miliar atau sekitar Rp169 triliun dengan OpenAI.

Kesepakatan terkait pembelian daya komputasi milik Cerebras sebesar 750 megawatt oleh OpenAI. Pembelian dilakukan selama tiga tahun dan sistem akan digunakan untuk mendukung chatbot ChatGPT, mengutip dari Reuters, Rabu (21/1/2026).

Kontrak tersebut menegaskan strategi OpenAI untuk mendivesifikasi sumber infrastruktur komputasi dan mengurangi ketergantungan pada satu vendor perangkat keras.

Baca juga:

Selain itu, Cerebras juga akan membangun atau menyewa pusat data dengan chipnya. Sementara OpenAI akan membayar menggunakan layanan cloud partnernya untuk menjalankan inferensi produk AI.

Kapasitas ini akan tersedia hingga 2028 secara bertahap. OpenAI mengungkapkan sistem akan membuat Ai buatan perusahaannya menjadi lebih cepat.

“Mengintegrasikan Cerebras ke dalam campuran solusi komputasi kami membuat AI merespon jauh lebih cepat,” kata OpenAI.

Pembicaraan soal kerja sama itu sebenarnya sudah dilakukan sejak Agustus lalu, ungkap CEO Cerebras, Andre Feldman. Saat itu, perusahaan mengungkapkan model sumber terbuka OpenAI bisa berjalan efisien pada chip buatan Cerebras, dibandingkan dengan GPU tradisional.

Kerja sama ini juga menjadi dorongan signifikan bagi rencana Cerebras untuk kembali melantai ke bursa saham. Sebelumnya, perusahaan sempat menarik dokumen penawaran umum perdana (IPO) pada Oktober 2025. Kontrak besar dari OpenAI ini akan membuka peluang diversifikasi pendapatan dan mengurangi ketergantungan pada investor utama mereka, yaitu G42.

Cerebras sendiri didirikan pada 2015. Perusahaan ini dikenal dengan mesin skala wafer atau Wafer-Scale Engine (WSE), untuk mempercepat pelatihan dan inferensi model AI besar.

Hubungannya dengan OpenAI juga bukan hanya terjalin baru-baru ini. Namun sudah sejak awal berdiri, saat CEO Sam Altman menjadi investor perusahaan ini sejak awal.

Masuknya Cerebras dalam rantai pasok komputasi OpenAI menandai babak baru persaingan industri chip global. Dengan pendekatan komputasi khusus AI generatif, Cerebras kini muncul sebagai penantang nyata bagi dominasi Nvidia yang selama ini menguasai pasar GPU AI.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU