spot_img
Latest Phone

Xiaomi Mijia Smart Audio Glasses Siap Masuk Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi mengonfirmasi rencana peluncuran...

Garmin Unified Cabin 2026: Revolusi Kabin Cerdas Berbasis AI

Telko.id - Garmin secara resmi memperkenalkan Garmin Unified Cabin...

Xiaomi Serentak Buka 50 Store, Perkuat Jaringan Retail di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi membuka 50 Xiaomi...

Garmin Connect Data Report 2025: Lari Terpopuler, Padel Tumbuh 1.684%

Telko.id - Garmin merilis Garmin Connect Data Report 2025...

Facebook Gelar Tiga Hari Festival bertajuk Nyasar ke Dimensi Facebook, Ini Targetnya

Telko.id – Facebook Indonesia siap meramaikan akhir pekan ini...

ARTIKEL TERKAIT

Nvidia dan AMD Masih Andalkan TSMC untuk Produksi Chip Baru

Telko.id – Di tengah persaingan industri yang semakin ketat, Nvidia dan AMD disebut masih andalkan TSMC (Taiwan Semiconductor Manufacturing Company) sebagai mitra utama dalam memproduksi chip generasi terbaru mereka, guna menjaga posisi dominan di pasar teknologi global.

Melansir dari Seluler.id, langkah ini bukan sekedar rutinitas bisnis biasa, melainkan sebuah taruhan besar yang dapat menentukan peta kekuatan pemrosesan data, mulai dari kartu grafis konsol gim hingga infrastruktur kecerdasan buatan (AI) yang sedang naik daun.

Dinamika ini mencuat setelah munculnya laporan yang menyoroti bagaimana ketergantungan kedua perusahaan tersebut pada pabrikan asal Taiwan itu telah membuahkan hasil yang signifikan bagi pertumbuhan nilai perusahaan.

Meskipun ada beberapa opsi pabrikan lain seperti Samsung Foundry atau Intel, Nvidia dan AMD tetap memilih jalur yang dianggap paling stabil dan memiliki catatan efisiensi produksi yang tinggi guna memenuhi permintaan pasar yang meledak.

Kepercayaan ini bermuara pada kemampuan TSMC dalam mengembangkan proses fabrikasi atau teknologi pembuatan chip dengan ukuran transistor yang semakin mengecil, seperti node 5nm atau 3nm.

Baca juga:

Teknologi ini memungkinkan chip bekerja lebih cepat namun tetap hemar energi, sebuah faktor krusial yang dicari oleh konsumen di era digital saat ini. Sejarah mencatat bahwa kegagalan dalam memilih mitra maufaktur sering kali berujung pada penundaan peluncuran produk yang merugikan perusahaan hingga milair dolar.

Hubungan erat antara Nvidia dan TSMC sebenarnya telah terjalin selama puluhan tahun. Nvidia, yang kini telah menjadi pemain kunci dalam pengembangan pusat data untuk AI, sangat membutuhkan pasokan GPU (Graphics Processing Unit) dalam jumlah yang sangat besar.

Kebutuhan GPU ini melonjak tajam karena komponen tersebut menjadi otak utama bagi pelatihan model bahasa besar (LLM) yang digunakan oleh berbagai perusahaan teknologi di seluruh dunia.

Tanpa jaminan kapasitas produksi dari TSMC, Nvidia diprediksi akan kesulitas memenuhi pesanan yang terus menumpuk dari pelanggan kelas kakap.

Di sisi lain, AMD juga mengambil langkah serupa dengan mengalihkan sebagian besar beban produksinya ke TSMC beberapa tahun lalu. Keputusan strategis ini terbukti berhasil membawa AMD bangkit melalui jajaran prosesor Ryzen dan kartu grafis Radeon yang mampu berasing ketat dengan competitor utamanya.

Efisiensi yang ditawarkan oleh teknologi TSMC memberikan ruang bagi AMD untuk menawarkan performa yang kompetitif dengan harga yang lebih rasional di mata kosumen.

Tren ini menunjukkan bahwa di balik layar industri gadget yang kita nikmati sehari-hari, terdapat perang strategi mengenai siapa yang memiliki akses tercepat ke teknologi manufaktur tercanggih.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU