spot_img
Latest Phone

Xiaomi Serentak Buka 50 Store, Perkuat Jaringan Retail di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi membuka 50 Xiaomi...

Garmin Connect Data Report 2025: Lari Terpopuler, Padel Tumbuh 1.684%

Telko.id - Garmin merilis Garmin Connect Data Report 2025...

Facebook Gelar Tiga Hari Festival bertajuk Nyasar ke Dimensi Facebook, Ini Targetnya

Telko.id – Facebook Indonesia siap meramaikan akhir pekan ini...

Garmin Manfaatkan Data Wearable, Pengendalian Diabetes Personal

Telko.id - Memperingati Hari Diabetes Sedunia, Garmin Indonesia menyoroti...

Garmin Instinct Crossover AMOLED Resmi Hadir di Indonesia

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi meluncurkan dan memperkenalkan...

ARTIKEL TERKAIT

Ngeri! Gara-gara Ponsel Manusia Bisa Tumbuh Tanduk

Telko.id, Jakarta – Manusia terus berevolusi menyesuaikan perilakunya sehari-hari. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa manusia perlahan memiliki tanduk karena sering bermain ponsel di kehidupannya sehari-hari.

Dilansir Telko.id dari Ubergizmo pada Jumat (21/06/2019), penelitian ini dilakukan oleh David Shahar dan Mark G. L. Sayers. Keduanya memperdiksi bahwa generasi milenial saat ini mulai tumbuh tanduk di tengkorak mereka.

Tanduk ini tidak menyerupai tanduk setan yang digambarkan di film atau foto. Secara medis tanduk ini tumbuh di pangkal tengkorak sebagai kondisi yang dikenal sebagai pembesaran Oksipital Eksternal atau EEOP. Berdasarkan penelitian fenomena pembesaran terjadi kepada manusia yang berusia 18 sampai 30 tahun.

{Baca juga: Mengerikan! Keseringan Main Ponsel Bisa Ubah Bentuk Kepala}

Tidak ada yang menyeramkan tentang tanduk-tanduk ini, tetapi tampaknya ini merupakan respons evolusioner terhadap kehidupan modern kita, di mana kita menghabiskan banyak waktu menatap ponsel kita, menyebabkan ketegangan pada leher kita.

Menurut David Shahar pertumbuhan tanduk-tanduk ini adalah cara kerangka untuk menghadapi ketegangan.

“Kami berhipotesis EEOP dapat dikaitkan dengan postur menyimpang yang berkelanjutan terkait dengan kemunculan dan penggunaan luas teknologi kontemporer genggam, seperti smartphone dan tablet,” kata David.

Sementara tanduk ini tidak berbahaya, para peneliti mengatakan bahwa itu adalah tanda bahwa kepala dan leher dan tidak dalam konfigurasi yang tepat dan itu bisa menjadi implikasi dari sesuatu yang buruk terjadi di tempat lain.

{Baca juga: Kecanduan Ponsel, Balita Ini Rabun Dekat}

Bermain ponsel tanpa disadari memberi efek buruk bagi tubuh, terlebih jika telalu lama menggunakannya. Balita berusia dua tahun asal China menderita rabun dekat karena kecanduan ponsel. Orangtua si balita tersebut mengizinkannya bermain ponsel setiap hari selama satu tahun.

Balita perempuan bernama Xiao Man dari provinsi Jiangsu itu, baru-baru ini, didiagnosis menderita miopia parah setelah sang ayah dan ibu memutuskan untuk membawanya ke dokter. [NM/HBS]

Sumber: Ubergizmo

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU