Telko.id – Peluncuran kacamata pintar Ray-Ban Display di sejumlah negara ditunda Meta menyusul permintaan yang melampaui pasokan, termasuk di Inggris, Prancis, Italia, dan Kanada setelah merencanakan akan melakukan ekspansi global pada awal tahun 2026 ini.
Melansir dari Engadget pada Kamis (8/1/2026), Meta menyampaikan keputusan tersebut dalam ajang Consumer Electronics Show (CES) 2026 di Las Vegas, Amerika Serikat, pada Senin lalu.
“Kami akan terus fokus pada pemenuhan pesanan di AS sementara kami mengevaluasi kembali pendekatan kami terhadap ketersediaan (perangkat di kawasan) internasional,” tulis Meta dalam blognya.
Meta menyatakan belum menetapkan jadwal baru untuk ekspansi internasional Ray-Ban Display yang sebelumnya direncanakan berlangsung pada awal 2026. Perusahaan itu menyebut akan memprioritaskan pesanan di Amerika Serikat sambil meninjau kembali strategi pasokan produk di pasar global.
Sejak pertama kali dipasarkan, kacamata Ray-Ban Display relatif sulit diperoleh. Produk tersebut tidak dijual secara daring dan hanya tersedia di sejumlah gerai ritel terbatas di Amerika Serikat, antara lain di toko Ray-Ban, Sunglass Hut, LensCrafters, dan Best Buy tertentu.
Baca juga:
- Meta Ray-Ban Display : Kacamata Pintar dengan HUD dan Wristband Kontrol
- Meta Ungkap 5 Tren Digital & Sosial yang Bentuk Bisnis di 2026
Konsumen juga harus membuat janji terlebih dahulu untuk mengikuti sesi demonstrasi sebelum dapat membeli perangkat tersebut.
Meta sebelumnya menyebut minat terhadap produk ini cukup tinggi yang dibuktikan dengan jadwal demonstrasi di banyak lokasi terisi penuh hingga beberapa pekan ke depan.
Meski sempat ada harapan bahwa ketersediaan akan meningkat seiring waktu, penundaan ekspansi Ray-Ban Display ke pasar internasional menunjukkan bahwa masih adanya ketidakseimbangan antara permintaan dan kapasitas produksi.
Ray-Ban Display dibanderol sekitar USD$799 dan menjadi produk kacamata pintar pertama Meta yang dilengkapi layar heads-up display. Teknologi ini memungkinkan pengguna melihat layar transparan didepan mereka. Layar tersebut akan menampilkan berbagai informasi penting sehingga pengguna tidak perlu membuka ponsel mereka.
Perangkat ini juga dibekali kamera, speaker stereo, enam mikrofon, konektivitas Wi-Fi 6, serta pengendali Neural Band untuk pelacakan gerakan jari. Dengan fitur-fitur ini, Ray-Ban Display diposisikan sebagai langkah awal Meta dalam pengembangan perangkat wearable berbasis augmented reality (AR).


