Telko.id – Meta mulai memperkuat ambisinya dalam industri kecerdasan buatan dengan membentuk tim khusus untuk mengembangkan perangkat keras (hardware) berbasis AI.
Langkah ini dilakukan melalui divisi internal yang fokus pada pengembangan AI generatif berikutnya, sekaligus menandai pergeseran strategi Meta dari sekedar software menuju integrasi hardware dan AI.
Meta sebenarnya sudah dikenal dengan produk kacamata pintar dan headset realitas virtual buatan divisi Reality Labs. Namun upaya baru ini merupakan bagian dari Meta Superintelligence Labs atau MSL yang diumumkan pada tahun lalu.
Hal ini mengisyaratkan bahwa Meta sedang mempertimbangkan pembuatan jenis hardware AI lainnya di luar lini produk yang sudah ada. Beberapa engineer dari divisi Reality Labs kabarnya telah dipindahkan ke MSL untuk mulai merancang prototipe software di atas hardware.
Secara teknologi, Meta tidak hanya mengembangkan model AI, tetapi juga mulai merancang device khusus yang terintegrasi langsung dengan AI assistant. Perangkat ini diproyeksikan mampu memahami konteks pengguna secara real-time, termasuk melalui input visual dan audio, sehingga dapat berfungsi sebagai asisten digital yang selalu aktif dan lebih personal dibanding teknologi saat ini.
Untuk mempercepat pengembangan, Meta merekrut Rui Xu, mantan petinggi ByteDance, yang memiliki pengalaman di sejumlah perusahaan teknologi besar seperti Xiaomi, Lenovo, dan Tencent. Kehadiran Xu diharapkan dapat memperkuat kapabilitas Meta dalam merancang dan memproduksi perangkat berbasis AI yang siap digunakan secara massal.
Di ByteDance, ia memimpin laboratorium yang berhasil memproduksi jutaan unit perangkat di pasar China. Pria ini juga memiliki rekam jejak kepemimpinan di pabrikan ponsel pintar Xiaomi, produsen laptop Lenovo, dan raksasa internet Tencent, demikian mengutip dari Business Insider, Jumat (10/4/2026).
Perusahaan teknologi besar seperti OpenAI saat ini memang sedang berlomba membangun perangkat pribadi AI yang bukan sekadar ponsel pintar.
Bos MSL Alexandr Wang menyebutkan bahwa perusahaannya ingin memperluas jangkauan produk mereka melampaui perangkat genggam biasa.
Baca Juga:
- Gemma 4 Resmi Rilis, Bisa Jalan di Smartphone
- 5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI
Ia membayangkan sebuah dunia di mana setiap orang memiliki agen cerdas pribadi yang terhubung dengan berbagai jenis perangkat.
Agen ini dirancang agar selalu aktif untuk melihat serta mendengar apa yang dialami oleh penggunanya sehari-hari.
Wang menjanjikan bahwa publik akan melihat inovasi yang luar biasa dari perusahaannya dalam beberapa bulan ke depan. Pihak Meta masih menolak memberikan komentar terkait detail dari pembentukan tim baru ini.
Langkah Meta ini mencerminkan tren baru di industri teknologi, di mana pengembangan AI tidak lagi hanya berfokus pada software, tetapi juga mulai mengarah pada kombinasi AI dan hardware dalam satu ekosistem terintegrasi.
Dengan pendekatan ini, AI tidak hanya menjadi fitur tambahan, tetapi menjadi inti dari cara perangkat beroperasi.


