spot_img
Latest Phone

Huawei Band 10, Smartband ala Smartwatch Ini Kecanggihannya!

Telko.id - Huawei Device Indonesia resmi meluncurkan Huawei Band...

Xiaomi Smart Display Max 100, Layar Pintar Ultra Besar Pertama di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia meluncurkan Xiaomi Smart Display Max...

Garmin Connect, Bisa Rancang Rute Lebih Personal dan Menyenangkan

Telko.id - Dalam aplikasi Garmin Connect terdapat fitur khusus...

Oppo Campus Ambassador, Siapkan Talenta Muda di Bidang Teknologi dan Digital

Telko.id – Oppo Indonesia memperkenalkan program terbaru Oppo Campus...

Huawei Watch D2, Bisa Pantau Tekanan Darah 24 Jam

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan Huawei Watch D2 di...

ARTIKEL TERKAIT

Mantan Karyawan Curi Data, Tesla Minta Bantuan Apple

Telko.id, Jakarta – Mantan insinyur Tesla bernama Guangzhi Cao diduga mencuri data rahasia perusahaan. Data tersebut berisi sistem otopilot mobil listrik garapan perusahaan milik Elon Musk.

Beruntung, Tesla segera mengatahuinya. Pihak perusahaan pun mencoba berbagai cara guna menemukan data rahasia itu. Menurut Bloomberg, Tesla sampai mencari data tersebut di layanan iCloud milik Apple.

Dikutip Telko.id, Selasa (16/7/2019), perusahaan mencari data itu di iCloud berdasarkan keterangan pelaku. Guangzhi Cao mengaku bahwa dia menyimpan data tersebut di akun iCloud pribadinya.

{Baca juga: Lakukan Sabotase, Karyawan Tesla Bocorkan Rahasia Perusahaan}

Meski demikian, Guangzhi Cao menyatakan sama sekali tidak menyalahgunakan data itu. Namun, pihak perusahaan pantas khawatir, lantaran Guangzhi Cao sekarang bekerja di perusahaan otomotif XMotors.ai.

Lantas, bagaimana tanggapan Apple terkait kasus tersebut? Kabarnya, Apple berkomitmen untuk membantu dengan cara mengawal seluruh proses hukum kasus tersebut.

Juni tahun lalu, perusahaan teknologi yang didirikan Elon Musk itu menggugat mantan karyawannya bernama Martin Tripp. Ia diduga melakukan sabotase dengan meretas informasi internal perusahaan dan membocorkannya ke pihak ketiga.

Tesla mendaftarkan gugatan di Pengadilan Federal di Nevada, Amerika Serikat, pada 19 Juni 2018. Dalam gugatannya, Tesla mengklaim bahwa Trip terbukti meretas sistem manufaktur perusahaan.

Trip juga menransfer data-data pabrik dan membagikannya ke pihak ketiga. Tripp mengoperasikan tiga komputer untuk menarik data perusahaan. Pencurian terus terjadi meski ia tak lagi di Tesla.

{Baca juga: Fitur Autopilot Tesla Ternyata Gampang Ditipu, Ini Buktinya}

Dalam gugatan tersebut muncul fakta bahwa pada 17 Mei 2018 atasan di Tesla sempat menurunkan jabatan Trip. Menindaklanjutinya, Musk mengirim surat elektronik kepada seluruh karyawan. [SN/HBS]

Sumber: Bloomberg

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU