spot_img
Latest Phone

Xiaomi Mijia Smart Audio Glasses Siap Masuk Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi mengonfirmasi rencana peluncuran...

Garmin Unified Cabin 2026: Revolusi Kabin Cerdas Berbasis AI

Telko.id - Garmin secara resmi memperkenalkan Garmin Unified Cabin...

Xiaomi Serentak Buka 50 Store, Perkuat Jaringan Retail di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi membuka 50 Xiaomi...

Garmin Connect Data Report 2025: Lari Terpopuler, Padel Tumbuh 1.684%

Telko.id - Garmin merilis Garmin Connect Data Report 2025...

Facebook Gelar Tiga Hari Festival bertajuk Nyasar ke Dimensi Facebook, Ini Targetnya

Telko.id – Facebook Indonesia siap meramaikan akhir pekan ini...

ARTIKEL TERKAIT

“Lensa Cybernetic” Ini Lebih Baik dari Mata Manusia

Telko.id, Jakarta – Para peneliti dari Harvard John A. Paulson School of Engineering and Applied Sciences menciptakan lensa mata elektronik yang diklaim berfungsi lebih baik daripada mata manusia. Mata tersebut disebut sebagai cybernetic.

Kita semua tahu kalau mata bekerja secara fantastis. Mata mampu memfokuskan berbagai hal dengan kecepatan luar biasa. Hal itu bahkan tidak bisa ditandingi oleh sebagian besar lensa buatan manusia.

Peneliti ini mengatakan, mata cybernetic ini berbeda seperti desain lensa yang kini ada. Pasalnya, lensa elektronik nan artifisial karya para peneliti hadir dalam desain lebih kompak. Lensa tersebut mampu fokus secara real-time berkat penggunaan otot elastor.

{Baca juga: Hiii… Chip Mata Manusia Buatan Ini Bisa “Ngedip”}

Dikutip Telko.id dari Ubergizmo, Kamis (22/08/2019), lensa itu bahkan dapat menebus kondisi tertentu dalam diri manusia, seperti astigmatisme dan bahkan sampai kondisi yang mengaburkan pengelihatan.

Menurut Alan She, penulis jurnal penelitian, para peneliti menggabungkan teknologi otot buatan dengan teknologi lain untuk menciptakan cybernetic yang mampu mengubah fokus secara real-time.

“Kami melangkah lebih jauh untuk membangun kemampuan mengoreksi secara dinamis terkait penyimpangan, seperti astigmatisme dan pergeseran gambar,” terang Alan She dalam jurnal.

Ia melanjutkan, para peneliti butuh waktu sebelum semua orang benar-benar melihat lensa itu tersedia secara komersial. Namun ia menegaskan, jangan sampai manusia ganti mata ke cybernetic.

Sebelumnya diberitakan, para peneliti dari University of Pennsylvania menciptakan mata manusia buatan di sebuah chip. Benda tersebut tercipta hasil kolaborasi antara dokter mata dan ahli biologi, serta terdapat dalam chip transparan berbentuk segi delapan seukuran uang logam.

{Baca juga: Oh No, Gunakan Lensa Kontak Saat Mandi Bisa Sebabkan Kebutaan?}

Di tengah-tengah chip itu ada struktur berbentuk lensa kontak berisi sel-sel lapisan kornea dan sel-sel konjungtiva, sehingga membentuk permukaan mata.

Lalu, kelopak mata berbentuk persegi panjang gelatin ada di atas perancah untuk meniru kedipan. Nah, kedipannya sendiri diperlambat oleh para peneliti menjadi enam kali per menit. (SN/FHP)

SUmber: Ubergizmo

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU