spot_img
Latest Phone

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...

Xiaomi Mijia Smart Audio Glasses Siap Masuk Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi mengonfirmasi rencana peluncuran...

Garmin Unified Cabin 2026: Revolusi Kabin Cerdas Berbasis AI

Telko.id - Garmin secara resmi memperkenalkan Garmin Unified Cabin...

ARTIKEL TERKAIT

Kepemilikan Asing di Bisnis IT Jepang Dibatasi, Dampak Huawei?

Telko.id, Jakarta – Pemerintah Jepang menyatakan bahwa bisnis industri teknologi tinggi dengan kepemilikan asing bakal dibatasi. Aturan baru dilaporkan terkait embargo Huawei yang dilakukan Amerika Serikat (AS) sebelumnya.

Menurut Reuters, dikutip Telko.id, Selasa (28/05/2019), kebijakan yang  berlaku efektif mulai 1 Agustus 2019 ini muncul setelah diberlakukannya embargo Huawei oleh AS terkait risiko keamanan siber dan transfer teknologi yang melibatkan China.

Namun demikian, pemerintah Jepang tidak menyebutkan negara atau perusahaan mana yang akan terkena dampak dengan penerapan pembatasan kepemilikan asing untuk industri IT dan telekomunikasi.

{Baca juga: Harga Huawei P30 Pro Anjlok jadi Rp 1 Jutaan}

Pengumuman tersebut datang pada hari yang sama Presiden AS, Donald Trump, dan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, mengadakan pembicaraan di Tokyo terkait prospek perdagangan dan masalah lainnya.

AS telah memperingatkan negara sekutu agar ikut embargo Huawei. AS menuding parangkat buatan Huawei dapat digunakan oleh Beijing untuk memata-matai Barat. Meski demikian, China dan Huawei menampiknya.

{Baca juga: Pendiri Huawei Gak Mau China Balas Amerika Serikat}

“Karena memastikan keamanan siber semakin penting, kami memutuskan untuk mengambil langkah-langkah strategis. Kami mencegah situasi yang sangat memengaruhi keamanan nasional,” kata kementerian Jepang.

Jepang ingin mencegah kebocoran teknologi yang dianggap penting untuk keamanan nasional atau yang berpotensi merusak pertahanan. Aturan baru itu akan diterapkan di 20 sektor dalam industri informasi dan komunikasi. (SN/FHP)

Sumber: Reuters

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU