spot_img
Latest Phone

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...

Xiaomi Mijia Smart Audio Glasses Siap Masuk Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi mengonfirmasi rencana peluncuran...

Garmin Unified Cabin 2026: Revolusi Kabin Cerdas Berbasis AI

Telko.id - Garmin secara resmi memperkenalkan Garmin Unified Cabin...

Xiaomi Serentak Buka 50 Store, Perkuat Jaringan Retail di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi membuka 50 Xiaomi...

ARTIKEL TERKAIT

Kecanduan Smartphone, Bocah Ini Jadi Cacat Mental

Telko.id,Jakarta – Seorang bocah laki-laki berusia 13 tahun mengalami cacat mental karena kecanduan smartphone. Dia mulai tak terkendali, membenturkan kepalanya di dinding dan sempat tak mengenali anggota keluarganya.

Dilansir Telko.id dari World of Buzz pada Jumat (05/07/2019) peristiwa ini terjadi di Zhejiang, China. Tahun lalu bocah tersebut diberikan smartphone oleh orangtuanya. Dari sinilah awal semua masalah.

Tujuan awalnya agar bisa berkomunikasi, karena kedua orangtuanya sibuk bekerja. Namun bocah itu justru kecanduan smartphone dan bermain hampir setiap hari dan sampai tengah malam.

Bocah tersebut mengalami masalah kesehatan. Sebulan yang lalu, di sekolah bocah tiba-tiba menjadi gila dan mulai membenturkan kepalanya tanpa henti ke dinding. Sang Gurunya memanggil ibunya dan ketika dia tiba di sekolah situasinya menjadi lebih buruk.

{Baca juga: Kecanduan Smartphone, Anak Ini Kena Rabun Jauh Parah}

Tubuh bocah itu lemas, wajahnya juga bergerak-gerak dan tidak responsif terhadap panggilan ibunya ketika dia mencoba membangunkannya. Bocah itu dibawa ke rumah sakit dan dirawat selama 28 hari. Ternyata bocah itu menderita cacat mental.

Sebagai anak laki-laki berusia 13 tahun, dia berperilaku seperti bayi yang tidak bisa berjalan atau berbicara atau menjaga dirinya sendiri. Para dokter melakukan pemeriksaan dan mendiagnosis jika dia menderita Ensefalitis Autoimun. Penyakit ini adalah kategori baru yang melibatkan sistem saraf pusat yang mengarah pada gangguan kognitif.

Setelah diberi obat dan perawatan, kondisi bocah itu akhirnya mulai membaik. Wajahnya tidak lagi mengejang dan dia bisa bicara lagi. Pada hari ke-4 perawatan, Dia mulai mengenali orang tuanya dan pada hari ke-12, kesehatan anak laki-laki itu telah meningkat secara dramatis dan diperbolehkan pulang.

{Baca juga: Kecanduan Smartphone, Warga AS ‘Melototin’ Layar Smartphone 52 Kali Sehari}

Dokter menjelaskan bahwa karena bocah laki-laki itu memainkan ponselnya terus-menerus hingga tengah malam dan istirahat maka sistem kekebalan tubuhnya melemah sehingga menderita Ensefalitis Autoimun. [NM/HBS]

Sumber: World of Buzz

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU