spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...

ARTIKEL TERKAIT

Kaspersky Ungkap Bisnis dan Adopsi SOC di Indonesia

Telko.id – Kaspersky melaporkan pertumbuhan bisnis yang positif di Indonesia seiring dengan meningkatnya kesadaran keamanan siber.

Perusahaan keamanan siber global ini mencatat pertumbuhan penjualan sebesar 3% year-on-year (YoY) di Indonesia pada 2025, dengan segmen B2C melonjak 48% YoY.

Adrian Hia, Managing Director untuk Asia Pasifik di Kaspersky, menyatakan komitmen perusahaan terhadap pasar Indonesia.

“Tahun lalu, kami menunjuk Country Manager pertama kami di Indonesia, Defi Nofitra, sebagai tanda keseriusan kami. Tahun 2025 merupakan awal yang baik baginya dan timnya yang semakin berkembang,” ujarnya.

Ia menambahkan, dengan kematangan keamanan siber Indonesia yang semakin maju, Kaspersky mengharapkan tahun yang lebih kuat ke depannya.

Lanskap ancaman di Indonesia memang semakin kompleks. Data Kaspersky menunjukkan 14.909.665 serangan berbasis web dan 39.718.903 ancaman pada perangkat terdeteksi dan diblokir tahun lalu.

Selain itu, 20% perusahaan di Indonesia mengalami serangan rantai pasokan. Situasi ini mendorong banyak organisasi untuk beralih ke pendekatan keamanan yang lebih proaktif.

Secara global, Kaspersky mencatat penjualan bersih mendekati USD 836 juta pada 2025, tumbuh 4% YoY. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh portofolio produk B2B yang naik 16% YoY.

Di kawasan Asia Pasifik, pertumbuhan secara keseluruhan juga +4% YoY, dengan segmen enterprise meroket 22% YoY dan segmen non-endpoint tumbuh impresif 40% YoY.

Adopsi SOC dan Tantangan Integrasi AI

Sebagai respons terhadap lanskap ancaman yang dinamis, banyak perusahaan Indonesia mulai melihat pentingnya membangun Pusat Operasi Keamanan atau Security Operations Center (SOC).

SOC adalah unit khusus yang bertanggung jawab untuk pemantauan dan pengamanan infrastruktur TI secara berkelanjutan.

Menurut penelitian Kaspersky, 58% pemimpin TI di Indonesia percaya bahwa SOC dapat meningkatkan tingkat keamanan siber mereka.

Lebih lanjut, 65% perusahaan mengakui kemungkinan berencana meningkatkan SOC dengan integrasi Kecerdasan Buatan (AI), dengan 53% menyatakan alasan utamanya adalah meningkatkan efektivitas deteksi ancaman.

Namun, jalan menuju SOC yang diperkuat AI tidak tanpa hambatan. Studi yang sama mengungkap tantangan utama, termasuk kekurangan data pelatihan berkualitas tinggi (47%), kurangnya spesialis AI yang berkualitas dalam tim internal (37%), dan kurangnya solusi yang sesuai di pasaran (29%).

Tantangan ini selaras dengan upaya lebih luas untuk meningkatkan talenta keamanan siber di tanah air.

Defi Nofitra, Country Manager Kaspersky untuk Indonesia, menekankan pentingnya pendekatan terpadu.

“Organisasi tidak dapat lagi mengandalkan sistem keamanan yang terfragmentasi. SOC terintegrasi, yang didukung oleh SIEM dan intelijen ancaman real-time, sangat penting untuk deteksi dini dan respons insiden yang cepat,” komentarnya.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya memperkuat keamanan siber Indonesia secara menyeluruh.

Solusi dan Rekomendasi Kaspersky

Untuk menjawab kebutuhan pasar, Kaspersky telah membangun SOC generasi berikutnya yang mengintegrasikan AI untuk deteksi, respons, dan otomatisasi yang lebih baik.

Implementasinya diperkuat dengan integrasi sistem Security Information and Event Management (SIEM) dan intelijen ancaman real-time.

Solusi ini bertujuan meningkatkan visibilitas, mengurangi waktu deteksi (MTTD) dan waktu respons (MTTR), serta mendukung kepatuhan regulasi.

Bagi perusahaan yang ingin mulai membangun SOC, Kaspersky memberikan beberapa rekomendasi kunci. Pertama, penting untuk memastikan karyawan memiliki keterampilan teknis yang memadai melalui pelatihan rutin yang fokus pada keamanan sistem industri.

Kedua, melakukan penilaian keamanan secara berkala dan pembaruan tepat waktu pada komponen jaringan.

Kaspersky juga menyarankan perusahaan untuk berinteraksi dengan layanan Kaspersky SOC Consulting selama penyiapan awal.

Selain itu, meningkatkan kinerja keamanan dengan solusi seperti Kaspersky SIEM yang didukung AI, serta melindungi perusahaan dengan lini produk Kaspersky Next yang menyediakan kemampuan EDR dan XDR.

Upaya kolaborasi semacam ini sejalan dengan inisiatif lain seperti sinergi keamanan siber yang dilakukan oleh pemain industri.

Dengan pertumbuhan bisnis yang tercatat dan fokus pada penguatan infrastruktur keamanan melalui SOC, Kaspersky menegaskan posisinya dalam mendukung transformasi digital Indonesia yang lebih aman.

Adrian Hia menyatakan bahwa posisi strategis perusahaan di Asia Pasifik siap untuk mengamankan perluasan digital di kawasan, termasuk Indonesia, yang tengah gencar melakukan transformasi digital dan adopsi cloud. (Icha)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU