spot_img
Latest Phone

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...

Xiaomi Mijia Smart Audio Glasses Siap Masuk Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi mengonfirmasi rencana peluncuran...

Garmin Unified Cabin 2026: Revolusi Kabin Cerdas Berbasis AI

Telko.id - Garmin secara resmi memperkenalkan Garmin Unified Cabin...

Xiaomi Serentak Buka 50 Store, Perkuat Jaringan Retail di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi membuka 50 Xiaomi...

ARTIKEL TERKAIT

Karyawan Huawei Diteror Agen FBI?

Telko.id, Jakarta  – Huawei mengatakan bahwa pemerintah Amerika Serikat (AS) telah menginstruksikan penegak hukum guna “memaksa” karyawannya untuk berbalik melawan perusahaan.

Huawei membuat pernyataan itu via rilis pada Selasa (3/9/2019) waktu setempat. Huawei berujar, pemerintah AS menggunakan kekuasaan yudisial dan administratif untuk mengganggu bisnis perusahaan.

{Baca juga: Bos Huawei Minta Karyawan Siap Tempur, Kalau Tidak…}

Seorang juru bicara Departemen Kehakiman memilih untuk sementara tidak mengomentari investigasi spesifik. “Kami mematuhi hukum dan semua subjek investigasi,” terangnya seperti dilansir Reuters.

Dikutip Telko.id, Rabu (4/9/2019), Huawei mengatakan bahwa staf dan mitra perusahaan menjadi sasaran penggeledahan, penahanan, dan penangkapan. Beberapa karyawan bahkan didatangi oleh agen FBI di rumah.

“Mereka dan ditekan untuk memberikan informasi tentang perusahaan,” ujar Huawei. Menurut dokumen Huawei, delapan karyawan, beberapa di antaranya warga negara AS, terlibat dalam insiden tersebut.

Mereka semua adalah eksekutif menengah ke atas. Insiden terbaru terjadi pada 28 Agustus 2019 ketika seorang karyawan dari kantor Huawei AS memberitahu perusahaan tentang kedatangan seorang agen FBI.

{Baca juga: Huawei “Bodo Amat” dengan Embargo dari Amerika Serikat}

Agen FBI meminta kepada orang itu untuk menjadi informan. Namun, Huawei tidak memberikan bukti apa pun atas tuduhan tersebut. Ia hanya mengklaim bahwa para karyawan telah melaporkan kepada perusahaan. [SN/HBS]

Sumber: Reuters

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU