spot_img
Latest Phone

Huawei Band 10, Smartband ala Smartwatch Ini Kecanggihannya!

Telko.id - Huawei Device Indonesia resmi meluncurkan Huawei Band...

Xiaomi Smart Display Max 100, Layar Pintar Ultra Besar Pertama di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia meluncurkan Xiaomi Smart Display Max...

Garmin Connect, Bisa Rancang Rute Lebih Personal dan Menyenangkan

Telko.id - Dalam aplikasi Garmin Connect terdapat fitur khusus...

Oppo Campus Ambassador, Siapkan Talenta Muda di Bidang Teknologi dan Digital

Telko.id – Oppo Indonesia memperkenalkan program terbaru Oppo Campus...

Huawei Watch D2, Bisa Pantau Tekanan Darah 24 Jam

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan Huawei Watch D2 di...

ARTIKEL TERKAIT

Karyawan Huawei Diteror Agen FBI?

Telko.id, Jakarta  – Huawei mengatakan bahwa pemerintah Amerika Serikat (AS) telah menginstruksikan penegak hukum guna “memaksa” karyawannya untuk berbalik melawan perusahaan.

Huawei membuat pernyataan itu via rilis pada Selasa (3/9/2019) waktu setempat. Huawei berujar, pemerintah AS menggunakan kekuasaan yudisial dan administratif untuk mengganggu bisnis perusahaan.

{Baca juga: Bos Huawei Minta Karyawan Siap Tempur, Kalau Tidak…}

Seorang juru bicara Departemen Kehakiman memilih untuk sementara tidak mengomentari investigasi spesifik. “Kami mematuhi hukum dan semua subjek investigasi,” terangnya seperti dilansir Reuters.

Dikutip Telko.id, Rabu (4/9/2019), Huawei mengatakan bahwa staf dan mitra perusahaan menjadi sasaran penggeledahan, penahanan, dan penangkapan. Beberapa karyawan bahkan didatangi oleh agen FBI di rumah.

“Mereka dan ditekan untuk memberikan informasi tentang perusahaan,” ujar Huawei. Menurut dokumen Huawei, delapan karyawan, beberapa di antaranya warga negara AS, terlibat dalam insiden tersebut.

Mereka semua adalah eksekutif menengah ke atas. Insiden terbaru terjadi pada 28 Agustus 2019 ketika seorang karyawan dari kantor Huawei AS memberitahu perusahaan tentang kedatangan seorang agen FBI.

{Baca juga: Huawei “Bodo Amat” dengan Embargo dari Amerika Serikat}

Agen FBI meminta kepada orang itu untuk menjadi informan. Namun, Huawei tidak memberikan bukti apa pun atas tuduhan tersebut. Ia hanya mengklaim bahwa para karyawan telah melaporkan kepada perusahaan. [SN/HBS]

Sumber: Reuters

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU