spot_img
Latest Phone

Xiaomi Serentak Buka 50 Store, Perkuat Jaringan Retail di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi membuka 50 Xiaomi...

Garmin Connect Data Report 2025: Lari Terpopuler, Padel Tumbuh 1.684%

Telko.id - Garmin merilis Garmin Connect Data Report 2025...

Facebook Gelar Tiga Hari Festival bertajuk Nyasar ke Dimensi Facebook, Ini Targetnya

Telko.id – Facebook Indonesia siap meramaikan akhir pekan ini...

Garmin Manfaatkan Data Wearable, Pengendalian Diabetes Personal

Telko.id - Memperingati Hari Diabetes Sedunia, Garmin Indonesia menyoroti...

Garmin Instinct Crossover AMOLED Resmi Hadir di Indonesia

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi meluncurkan dan memperkenalkan...

ARTIKEL TERKAIT

ITSEC Asia dan ADIGSI Luncurkan Gerakan Nasional Ketahanan Siber, Ini Target nya!

Telko.id – PT ITSEC Asia Tbk (IDX: CYBR) secara resmi menggandeng Asosiasi Digitalisasi dan Keamanan Siber Indonesia (ADIGSI) untuk meluncurkan inisiatif strategis bertajuk Gerakan Nasional Ketahanan Siber.

Program berskala nasional ini dirancang untuk memperkuat ekosistem pertahanan digital di Tanah Air melalui pengembangan sumber daya manusia, penguatan kepemimpinan, serta kolaborasi lintas sektor yang lebih solid.

Peluncuran ini menjadi momentum penting menjelang perhelatan akbar ITSEC Cybersecurity & AI Summit 2026.

Gerakan ini hadir sebagai respons atas kebutuhan mendesak akan kesiapan infrastruktur dan mentalitas keamanan siber yang tangguh di berbagai lapisan.

Program ini dijadwalkan berlangsung dalam dua fase selama enam bulan penuh pada tahun 2026. Target utamanya cukup ambisius, yakni menjangkau lebih dari 1.000 peserta dari seluruh Indonesia. P

artisipan yang disasar mencakup representasi dari pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), hingga sektor swasta, mulai dari level praktisi operasional hingga jajaran eksekutif senior.

Presiden Direktur ITSEC Asia, Patrick Dannacher, menyoroti pergeseran paradigma dalam memandang isu keamanan digital. Menurutnya, tantangan saat ini tidak lagi berkutat pada aspek teknis semata, melainkan menyentuh ranah tata kelola dan pengambilan keputusan strategis.

Ia menekankan bahwa inisiatif ini bertujuan membangun jalur terstruktur yang menghubungkan kesiapan teknis harian dengan kebijakan di tingkat pimpinan.

“Ketahanan siber saat ini bukan lagi sekadar tantangan teknologi, melainkan masalah kepemimpinan dan tata kelola,” tegas Patrick Dannacher.

Patrick menambahkan bahwa melalui program ini, kami membangun jalur nasional terstruktur yang menghubungkan kesiapan operasional sehari-hari dengan pengambilan keputusan di tingkat eksekutif, sehingga keamanan siber menjadi bagian tak terpisahkan dari kepemimpinan organisasi.

Pentingnya sinergi dalam menjaga Keamanan Siber Indonesia juga digarisbawahi oleh Slamet Aji Pamungkas, Deputi IV Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas ADIGSI. Slamet menegaskan bahwa penguatan ketahanan nasional menuntut adanya komitmen kuat dari pimpinan organisasi serta kolaborasi yang erat antar sektor.

Senada dengan pandangan tersebut, Firlie Ganinduto selaku Ketua Umum ADIGSI menambahkan bahwa asosiasi berperan penting sebagai jembatan antara pemerintah dan pelaku industri.

ADIGSI berkomitmen memastikan bahwa agenda besar ketahanan siber nasional dapat diterjemahkan menjadi langkah konkret di lapangan.

“Sebagai wadah industri dan mitra strategis pemerintah, ADIGSI berperan memastikan agenda ketahanan siber nasional dapat diterjemahkan secara konkret di tingkat industri,” jelas Firlie.

Firlie menambahkan bahwa melalui Gerakan Nasional Ketahanan Siber, ADIGSI bersama ITSEC mengorkestrasi penguatan kesiapan keamanan siber tidak hanya di tingkat teknis, tetapi juga di tingkat pimpinan, demi mendukung ekosistem digital yang lebih tangguh dan berkelanjutan di Indonesia.

Struktur Program Terintegrasi

Gerakan Nasional Ketahanan Siber didesain sebagai program berkelanjutan yang memadukan dua elemen krusial: kesiapan operasional dan tata kelola kepemimpinan. Implementasi program ini dibagi menjadi dua tingkatan utama untuk memastikan efektivitas penyampaian materi dan dampak yang dihasilkan.

Tingkatan pertama adalah Tingkat Fundamental (Pejuang Cyber Indonesia). Segmen ini berfokus pada pembangunan kesadaran praktis dan kesiapan teknis di dalam organisasi.

Metode pembelajaran mencakup lokakarya luring (offline) dan hibrida, diskusi berbasis kasus nyata, serta latihan simulasi insiden siber. Target pesertanya adalah manajer IT, tim risiko dan kepatuhan, serta pemimpin operasional.

Inisiatif ini sejalan dengan upaya nasional dalam mencetak Talenta Keamanan Siber yang kompeten. Peserta yang lulus akan terdaftar secara resmi dalam jejaring nasional Pejuang Cyber Indonesia.

Tingkatan kedua adalah Tingkat Pimpinan (Cyber Champion Leadership Program). Program ini dirancang khusus untuk mengangkat isu keamanan siber ke meja eksekutif dan dewan direksi. Melalui lokakarya eksklusif berbasis undangan dan diskusi meja bundar tertutup (closed-door leadership roundtables), program ini menargetkan 50 hingga 100 pemimpin senior dari berbagai sektor.

Tujuannya adalah memperkuat pemahaman eksekutif mengenai risiko dan tata kelola siber. Puncak dari program ini akan digelar pada ajang ITSEC Cybersecurity & AI Summit 2026.

Transformasi Identitas: Cybersecurity Delivered

Bersamaan dengan peluncuran gerakan nasional ini, ITSEC Asia juga memperkenalkan wajah baru perusahaan melalui logo dan slogan anyar, “Cybersecurity Delivered”.

Perubahan identitas ini bukan sekadar penyegaran visual, melainkan cerminan dari pergeseran strategis perusahaan menuju model layanan yang berorientasi pada hasil.

Manajemen ITSEC menegaskan bahwa pemosisian baru ini menggarisbawahi komitmen untuk memastikan strategi keamanan siber memberikan dampak operasional yang nyata.

Hal ini mencakup seluruh siklus keamanan, mulai dari pencegahan, deteksi, respons, hingga pemulihan, yang melibatkan aspek SDM, proses, dan teknologi. Langkah ini juga mendukung visi besar untuk mewujudkan Masa Depan Keamanan yang lebih terjamin bagi para klien dan pemangku kepentingan.

Penyegaran jenama ini selaras dengan pertumbuhan ITSEC sebagai perusahaan publik pasca pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2023. Saat ini, ITSEC telah menyelesaikan lebih dari 5.000 proyek keamanan siber dan didukung oleh lebih dari 330 tenaga profesional di berbagai pasar, termasuk Indonesia, Singapura, Australia, Mauritius, dan Dubai.

Dengan inovasi unggulan seperti platform IntelliBron, ITSEC terus berupaya mempercepat transformasi digital yang aman di tengah dinamika ancaman global. (Icha)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU