spot_img
Latest Phone

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...

Xiaomi Mijia Smart Audio Glasses Siap Masuk Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi mengonfirmasi rencana peluncuran...

Garmin Unified Cabin 2026: Revolusi Kabin Cerdas Berbasis AI

Telko.id - Garmin secara resmi memperkenalkan Garmin Unified Cabin...

Xiaomi Serentak Buka 50 Store, Perkuat Jaringan Retail di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi membuka 50 Xiaomi...

ARTIKEL TERKAIT

Pasar IoT Indonesia Tembus Rp673 Triliun, Faizal Rochmad Pimpin ASIOTI

Telko.id – Industri Internet of Things (IoT) di Tanah Air menunjukkan tren pertumbuhan yang sangat agresif dengan proyeksi nilai pasar mencapai US$40 miliar atau setara Rp673 triliun pada tahun 2025.

Momentum strategis ini beriringan dengan penetapan Dr. Faizal Rochmad Djoemadi, M.Sc sebagai Ketua Umum Asosiasi IoT Indonesia (ASIOTI) periode 2026–2029, menggantikan Teguh Prasetya yang telah menyelesaikan masa baktinya.

Berdasarkan data yang dipaparkan dalam Musyawarah Nasional (Munas) III ASIOTI di Jakarta, jumlah perangkat IoT yang beredar di Indonesia diperkirakan mencapai 678 juta unit.

Angka ini diprediksi akan terus melonjak seiring dengan adopsi teknologi digital yang masif di segmen konsumen maupun korporasi.

Ketua ASIOTI periode 2022–2025, Teguh Prasetya, mengungkapkan bahwa industri IoT nasional diproyeksikan tumbuh dengan Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 14,7%.

Potensi peningkatan jumlah perangkat bahkan diperkirakan mampu menembus angka 800 juta unit dalam beberapa tahun mendatang. Pertumbuhan ini menuntut adanya regulasi yang kuat dan standar teknis yang memadai.

Teguh menegaskan bahwa sejak awal asosiasi berkomitmen mendorong kedaulatan digital. Hal ini dilakukan melalui penyusunan standar SNI IoT, penguatan regulasi IoT, serta penyusunan best practice pemanfaatan teknologi tersebut.

Hingga saat ini, ASIOTI telah berkontribusi dalam mencetak 11.800 engineer IoT bersertifikasi yang diakui secara regional.

Content image for article: Pasar IoT Indonesia Tembus Rp673 Triliun, Faizal Rochmad Pimpin ASIOTI

“Pengembangan solusi IoT nasional menjadi kebutuhan mendesak seiring masifnya pertumbuhan perangkat di Indonesia,” ujar Teguh dalam Munas III ASIOTI yang digelar pada Kamis (12/2/2026).

Ia juga menyoroti bahwa tantangan utama saat ini terletak pada pemerataan jaringan yang belum sepenuhnya menjangkau seluruh pelosok negeri, meskipun upaya pemanfaatan jaringan unlicensed pada frekuensi 433 dan 920 MHz terus digalakkan.

Transformasi Kepemimpinan dan Visi Baru

Dalam agenda Munas III tersebut, Dr. Faizal Rochmad Djoemadi, M.Sc resmi terpilih sebagai nahkoda baru ASIOTI untuk tiga tahun ke depan. Faizal bukanlah sosok baru dalam industri teknologi nasional.

Saat ini, ia menjabat sebagai Direktur IT & Digital PT Telkom Indonesia, di mana ia memimpin strategi digitalisasi perusahaan serta pengembangan solusi berbasis kecerdasan buatan (AI).

Dengan latar belakang pendidikan Master of Science dari University of Saskatchewan, Kanada, dan gelar Doktor dari Universitas Brawijaya, Faizal dinilai memiliki kombinasi kepemimpinan strategis dan kapabilitas teknis yang mumpuni.

Di bawah kepemimpinannya, ASIOTI menargetkan penguatan standardisasi, tata kelola IoT, serta perluasan kolaborasi lintas sektor.

Struktur kepengurusan baru ini juga diperkuat dengan kehadiran Dr. Ir. Ismail, M.T sebagai Dewan Pengawas. Ismail yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), diharapkan dapat memperkuat sinergi antara asosiasi dan pemerintah.

Keberadaannya dinilai krusial untuk memastikan pengembangan IoT berjalan selaras dengan kebijakan nasional, termasuk dalam aspek kedaulatan data dan infrastruktur digital.

Dukungan Pemerintah dan Tantangan Industri

Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Reza, dalam sambutannya menyampaikan bahwa negara-negara global kini tengah berlomba memanfaatkan digitalisasi. Indonesia sendiri memiliki nilai ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara yang mencapai US$130 miliar. Menurutnya, adopsi IoT menjadi faktor kunci dalam mendongkrak daya saing industri nasional.

Namun, Faisol memberikan catatan kritis bahwa Indonesia masih lebih banyak berperan sebagai pasar. Ketergantungan pada impor komponen inti seperti microcontroller dan mikroprosesor masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan untuk mencapai kemandirian industri.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Kebijakan dan Strategi Infrastruktur Digital Komdigi, Denny Setiawan, mengingatkan bahwa pengembangan IoT bukan sekadar masalah teknologi.

Aspek tata kelola, mulai dari perizinan investasi, harmonisasi regulasi, hingga kesiapan data center, memegang peranan vital dalam menjamin kecepatan pemrosesan data dan kedaulatan informasi.

Inovasi Konektivitas dan Solusi Cerdas

Dalam sesi talkshow bertema “IoT Indonesia 2026: Dari Konektivitas ke Kecerdasan Kolektif”, General Manager Network Digitalization and Service Innovation Telkomsel, Bowon Baskoro, memaparkan kesiapan infrastruktur operator seluler tersebut.

Telkomsel saat ini mengoperasikan lebih dari 272 ribu BTS, yang terdiri dari 221 ribu BTS 4G dan lebih dari 2.500 BTS 5G.

Bowon menjelaskan bahwa cakupan 4G telah mencapai 97% populasi, sementara fixed coverage mencakup 98% wilayah. Konektivitas 5G secara khusus diarahkan untuk mempercepat adopsi IoT di sektor strategis seperti smart mining, smart warehouse, dan smart manufacturing.

“Melalui jaringan yang andal, latensi rendah, dan skalabilitas tinggi, Telkomsel mendorong implementasi solusi berbasis otomatisasi, kecerdasan buatan, hingga pemantauan real-time guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas industri,” ujar Bowon.

Peluang ekspansi dinilai masih sangat besar mengingat penetrasi fixed broadband di Indonesia baru berada di angka 4,82 pelanggan per 100 penduduk.

Dari sisi penyedia solusi, Founder PT Myeco Inovasi Indonesia (myECO), Maulana Derifato A, membagikan keberhasilan implementasi solusi efisiensi energi berbasis AI dan IoT.

Solusi yang mengintegrasikan software, firmware, dan hardware ini telah digunakan oleh lebih dari 55.000 perangkat. Salah satu implementasi sukses di Grup Astra (AGEn) mencatat penghematan biaya operasional hingga Rp368 miliar dan efisiensi energi sebesar 3.136 terajoule.

Sementara itu, Tribe Leader Telkom Regional Solution Antares Telkom Indonesia, Ibnu Alinursafa, menambahkan bahwa pemanfaatan IoT terus meluas ke berbagai use case seperti smart city, pertanian, hingga pelacakan aset. CEO PT Indo Code Technology, Eng Tjong, turut memperkenalkan inovasi sistem peringatan dini bencana dan penghitungan kerumunan orang sebagai bentuk implementasi nyata teknologi ini.

Ancaman Siber Mengintai

Di tengah pesatnya digitalisasi, aspek keamanan menjadi sorotan utama. Sandiman Muda Direktorat Keamanan Siber dan Sandi Energi dan Sumber Daya Alam BSSN RI, Agus Winarno, mengingatkan bahwa ancaman pelanggaran data dan serangan siber terus meningkat. Potensi kerugian global akibat serangan ini bahkan diprediksi mencapai triliunan dolar AS.

Lonjakan penggunaan cloud dan perangkat terhubung secara langsung memperluas permukaan serangan, termasuk risiko DDoS dan ransomware.

Agus menegaskan bahwa penguatan sistem keamanan, enkripsi data, serta kesiapan SDM adalah syarat mutlak agar percepatan digitalisasi tidak berujung pada risiko kebocoran data yang merugikan.

Peluncuran white paper “Tren Teknologi dan Bisnis TIK Indonesia 2026” dalam acara ini menjadi simbol langkah strategis pengembangan bisnis IoT di Tanah Air.

Dokumen ini diharapkan menjadi panduan bagi para pemangku kepentingan dalam memetakan proyeksi permintaan dan arah bisnis teknologi di masa depan, seiring dengan makin terbukanya peluang AI dan IoT dalam ekosistem digital Indonesia. (Icha)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU