spot_img
Latest Phone

Huawei Band 10, Smartband ala Smartwatch Ini Kecanggihannya!

Telko.id - Huawei Device Indonesia resmi meluncurkan Huawei Band...

Xiaomi Smart Display Max 100, Layar Pintar Ultra Besar Pertama di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia meluncurkan Xiaomi Smart Display Max...

Garmin Connect, Bisa Rancang Rute Lebih Personal dan Menyenangkan

Telko.id - Dalam aplikasi Garmin Connect terdapat fitur khusus...

Oppo Campus Ambassador, Siapkan Talenta Muda di Bidang Teknologi dan Digital

Telko.id – Oppo Indonesia memperkenalkan program terbaru Oppo Campus...

Huawei Watch D2, Bisa Pantau Tekanan Darah 24 Jam

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan Huawei Watch D2 di...

ARTIKEL TERKAIT

Advan Siap Masuk Ke Pasar IoT Pada Semester Satu 2019

Telko.id – Internet of Things mulai menjadi trend saat ini. Semakin banyak perusahaan maupun smart city yang membutuhkan. Di Indonesia sendiri IoT ini diperkirakan akan menjadi pasar yang besar. Tak pelak, Advan pun tergiur untuk masuk ke bisnis ini.

Berdasarkan informasi dari IoT Forum Indonesia, pangsa pasar IoT di Indonesia diprediksi mencapai Rp 444 triliun pada 2022, dengan lebih dari 400 juta perangkat sensor terpasang.

Secara rinci, angka ini terdiri dari konten dan aplikasi sebesar Rp 192,1 triliun, disusul platform sebesar Rp 156,8 triliun, perangkat IoT sebesar Rp56 triliun, serta network dan gateway sebesar Rp 39,1 triliun.

Berdasarkan itu juga, Advan melihat bahwa peluang untuk masuk ke pasar IoT ini akan menjanjikan. Bahkan, saat ini vendor smartphone lokal yang sempat berada di posisi ketiga besar tahun lalu itu sudah menggodok secara bisnis untuk masuk ke IoT.

“Kira-kira tahun ini kita akan masuk ke bisnis IoT. Tapi masih dalam penggodokan,” ujar Andy Gusena, Managing Director dan Pendiri Endee Communication yang juga menjadi konsultan marketing nya Advan.

Andy melanjutkan bahwa saat ini masih melihat-melihat juga produk IoT apa yang berkembang di Cina. Pasalnya, produksi produk-produk IoT di Cina juga sudah mulai berkembang pesat. Tapi mungkin tidak semua nya cocok atau pas dipasarkan di Indonesia.

“Kami juga masih mempertimbangkan, apakah akan menggunakan brand yang sama, Advan, atau menggunakan brand lain. Jangan sampai, bisnis baru ini mengganggu bisnis yang sudah ada atau bahkan menarik ke bawah,” ujar Andy.  (Icha)

 

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU