Telko.id – Intel berpeluang kembali bangkit setelah melewati periode sulit dalam beberapa tahun terakhir. Perusahaan yang pernah mendominasi pasar chip komputer itu dikabarkan tengah menyiapkan produksi GPU guna menantang dominasi Nvidia di sektor chip AI.
CEO Intel, Tan Lip-Bu, mengungkapkan rencana Intel untuk merilis produk GPU kepada Reuters saat Cisco AI Summit. Sebagai langkah awal, Intel membajak petinggi Qualcomm, Eric Demmers.
“Saya baru merekrut bos arsitek GPU, Ia sangat hebat. Saya senang ia memutuskan untuk bergabung,” kata Tan.
Qualcomm, perusahaan lama Demmers, adalah perusahaan yang merancang sistem chip (SoC) yang digunakan pada perangkat mobile seperti HP dan tablet. SoC biasanya terdiri dari berbagai jenis chip, termasuk CPU dan GPU, dalam satu kesatuan produk.
Lewat produksi GPU, Tan mengincar permintaan dari data center yang melonjak didorong perlombaan perusahaan teknologi merilis produk AI. Saat ini, Nvidia mendominasi pasar chip AI lewat produknya di berbagai tingkatan harga.
“Kami bekerja bersama klien dan akan mencari tahu kebutuhan mereka,” lanjut Tan.
Dia mengungkapkan bahwa sudah ada beberapa konsumen yang aktif berdiskusi dengan divisi kontraktor manufaktur chip Intel yang bernama Intel Foundry. Mereka, lanjutnya tertarik memanfaatkan terknologi manufaktur 14A milik Intel.
Baca juga:
- Acer Aspire AI Hadirkan Intel Core Ultra Series 3 dan OLED
- TV Samsung OLED 2026 dan Odyssey G6 Kini Dukung NVIDIA G-SYNC
“Agar memiliki pelanggan, mereka harus memberi tahu kita produk apa dan seberapa banyak yang mereka butuhkan sehingga kami bisa menyiapkan kapasitas produksi,” ujar Tan.
Dalam acara yang sama, Tan juga mengungkapkan bahwa dirinya kaget Huawei Technologies Co bisa mempekerjakan 100 desainer chip kelas atas. Pemerintah AS padalah telah membatasi akses China ke industri perangkat dan software Amerika.
Ia bahkan telah bertanya secara langsung kepada desainer chip yang bergabung dengan Huawei alasan mereka pindah padahal China tak punya banyak akses ke perangkat buatan AS.
“Mereka bilang, walaupun kami tidak punya akses ke perangkat terbaik buatan Cadence dan Synopsys, kami punya jalan lain, dan kami bisa,” kata Tan. “Bagi saya, kemampuan mereka (China) tak jauh dibelakang kita. Jika kita tidak hati-hati, mereka bisa melompati kita.”

