spot_img
Latest Phone

Xiaomi Serentak Buka 50 Store, Perkuat Jaringan Retail di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi membuka 50 Xiaomi...

Garmin Connect Data Report 2025: Lari Terpopuler, Padel Tumbuh 1.684%

Telko.id - Garmin merilis Garmin Connect Data Report 2025...

Facebook Gelar Tiga Hari Festival bertajuk Nyasar ke Dimensi Facebook, Ini Targetnya

Telko.id – Facebook Indonesia siap meramaikan akhir pekan ini...

Garmin Manfaatkan Data Wearable, Pengendalian Diabetes Personal

Telko.id - Memperingati Hari Diabetes Sedunia, Garmin Indonesia menyoroti...

Garmin Instinct Crossover AMOLED Resmi Hadir di Indonesia

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi meluncurkan dan memperkenalkan...

ARTIKEL TERKAIT

Infrastruktur AI Berevolusi Jadi Utilitas Vital Setara Listrik di 2026

Telko.id – Kecerdasan buatan (AI) kini tengah mengalami transformasi fundamental dari sekadar teknologi eksklusif milik korporasi menjadi infrastruktur nasional yang esensial.

Seiring dengan semakin krusialnya kematangan digital dalam mendongkrak pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, keberadaan AI diprediksi akan setara dengan utilitas dasar seperti air dan listrik dalam menopang perekonomian negara.

Pergeseran lanskap digital ini disoroti oleh BDx Data Centers, salah satu penyedia infrastruktur AI-native terkemuka di Asia Tenggara.

Memasuki era AI industri, fungsi pusat data tidak lagi terbatas sebagai fasilitas penyimpanan data pasif.

Fasilitas ini telah berevolusi menjadi infrastruktur komputasi berperforma tinggi yang menjadi tulang punggung kedaulatan digital serta skala ekonomi nasional.

Dalam pandangan BDx Data Centers, tahun 2026 akan menjadi titik balik kritis bagi ekosistem digital di kawasan ini. Tantangan utama dalam pengembangan Laporan AI tidak lagi berkutat pada kecanggihan perangkat lunak, melainkan bergeser pada ketersediaan dan efisiensi energi.

Keterkaitan antara pasokan energi dan kemampuan komputasi akan menjadi faktor penentu utama dalam operasional infrastruktur digital masa depan.

Efisiensi Energi dan Teknologi Pendingin Canggih

Perkembangan perangkat keras yang pesat menuntut standar baru dalam pengelolaan daya. Perangkat keras generasi 2026, seperti kluster NVIDIA GB200, diproyeksikan membutuhkan daya yang sangat besar, mencapai 150kW per unit.

Angka ini menuntut perubahan radikal dalam desain dan operasional pusat data konvensional yang mungkin tidak sanggup menangani densitas daya setinggi itu.

Mengantisipasi kebutuhan tersebut, teknologi pendinginan cair langsung ke chip atau direct-to-chip menjadi solusi krusial.

Penerapan teknologi ini oleh BDx memungkinkan pencapaian Power Usage Effectiveness (PUE) hingga angka 1,1. Efisiensi termal ini menetapkan standar baru bagi komputasi AI berdensitas tinggi yang tetap memprioritaskan keberlanjutan lingkungan, sejalan dengan tren otomasi jaringan yang semakin efisien.

Kedaulatan Data dan Komputasi Kuantum

Aspek kedaulatan data juga menjadi prioritas utama dalam pengembangan infrastruktur AI di Indonesia. Mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019 (PP 71/2019), BDx mengoperasikan jaringan interconnected mesh yang luas.

Jaringan ini mencakup 53 lokasi edge serta kampus inti yang terintegrasi. Arsitektur ini dirancang untuk memastikan seluruh proses pelatihan dan inferensi AI dapat berlangsung secara lokal.

Dengan memproses data di dalam negeri, keamanan dan ketangguhan infrastruktur digital nasional lebih terjamin. Hal ini juga relevan dengan diskusi regulator mengenai kepatuhan dan pendaftaran PSE bagi penyelenggara sistem elektronik.

Keberadaan infrastruktur lokal yang mumpuni memungkinkan Indonesia memiliki kendali penuh atas data strategis dan mengurangi ketergantungan pada pemrosesan data lintas batas yang berisiko.

Selain optimalisasi teknologi yang sudah ada, lompatan teknologi menuju komputasi kuantum juga mulai dijajaki. BDx saat ini tengah melakukan uji coba platform AI kuantum hibrida pertama di kawasan Asia Tenggara melalui fasilitasnya di Singapura. Langkah ini diambil untuk melampaui batasan Graphics Processing Unit (GPU) konvensional yang ada saat ini.

Pendekatan hibrida ini membuka potensi efisiensi yang luar biasa. Sebuah sistem kuantum dengan daya hanya 25kW diperkirakan mampu menyamai kapasitas komputasi dari GPU tradisional yang membutuhkan daya hingga 50MW.

Jika berhasil diimplementasikan secara luas, teknologi ini akan mengubah paradigma efisiensi energi secara fundamental, menjadikan infrastruktur AI jauh lebih hemat daya namun tetap bertenaga. (Icha)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU