spot_img
Latest Phone

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...

Xiaomi Mijia Smart Audio Glasses Siap Masuk Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi mengonfirmasi rencana peluncuran...

Garmin Unified Cabin 2026: Revolusi Kabin Cerdas Berbasis AI

Telko.id - Garmin secara resmi memperkenalkan Garmin Unified Cabin...

ARTIKEL TERKAIT

Ilmuwan Uji Vaksin Baru untuk Penderita HIV

Telko.id, Jakarta – Banyak orang membayangkan bahwa suatu saat para ilmuwan dan peneliti berhasil menemukan obat untuk penderita HIV. Kabar baiknya, sejauh ini ada beberapa temuan yang menjanjikan bisa menyembuhkan penyakit mematikan itu.

Riset ini dilakukan oleh para peneliti di Johnson & Johnson. Seperti dilansir Ubergizmo, para ilmuMiwan kabarnya siap untuk menguji temuan yang berpotensi menjadi vaksin mujarab untuk virus HIV.

Dikutip Telko.id, Minggu (14/7/2019), vaksin baru yang bakal mereka uji adalah mosaik tetravalen dan terdiri atas empat komponen. Komponen-komponen itu dirancang untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

{Baca juga: Mirip Flashdisk, Ternyata Alat Ini untuk Deteksi HIV}

Komponen tersebut juga diciptakan untuk melawan untaian virus yang berbeda-beda. Selama fase pengujian yang dilakukan terhadap hewan, ditemukan fakta bahwa dua pertiga dari tes dinyatakan cukup berhasil.

Sampai akhir tahun ini, pengujian serupa akan melibatkan sampel manusia. Jumlahnya mencapai 3.800 pria. Mereka merupakan warga dari berbagai wilayah, termasuk Eropa, Amerika Selatan, dan Amerika Utara.

Peserta penelitian bakal menerima enam suntikan vaksin selama empat sesi. Jika tak ada kendala, hasil pengujian bakal keluar pada 2023. Beberapa pihak meyakini, vaksin tersebut akan menjadi temuan spektakuler.

{Baca juga: Teknologi VR Bantu Ilmuwan Deteksi Sel Penyakit}

Berdasarkan data UNAIDS, 36,9 juta masyarakat hidup bersama HIV dan AIDS pada 2017. Dari total penderita, 1,8 juta di antaranya adalah anak-anak berusia di bawah 15 tahun. Selebihnya adalah orang dewasa. [SN/HBS]

Sumber: Ubergizmo

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU