spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...

ARTIKEL TERKAIT

Huawei Didepak dari Asosiasi Pengembang Kartu SD, Kenapa?

Telko.id, Jakarta – Huawei terus mengalami guncangan. Setelah putus dengan berbagai perusahaan, Huawei dikeluarkan dari anggota SD Association (SDA), atau kelompok dagang yang bertanggung jawab untuk menstandarisasi kartu SD dan MicroSD. Kenapa?

Dilansir Telko.id dari Engagdet pada Sabtu (25/05/2019), SDA mengonfirmasi bahwa Huawei dikeluarkan dari grup perdagangan untuk mematuhi pesanan terbaru dari Departemen Perdagangan Amerika Serikat.

Dampaknya Huawei tidak dapat menawarkan produk menggunakan branding SDA resmi dan akan mengecualikan Huawei dalam menetapkan standarisasi SD ke depan. Didepak oleh SD Association tentu saja merupakan pukulan telak bagi Huawei.

Huawei pun berusaha menyikapi keputusan tersebut dengan tenang. Pabrikan asal China itu mengatakan bahwa pelanggannya akan dapat terus membeli dan menggunakan kartu SD dan MicroSD buatan Huawei untuk saat ini.

{Baca juga: Sudah Move On, Huawei Persiapkan Pengganti Google Play Store}

Tidak jelas bagaimana langkah itu akan memengaruhi ponsel dan perangkat Huawei di masa depan, tetapi hal ini semakin menambah daftar bencana yang diterima Huawei pasca kebijakan embargo dari pemerintah Amerika Serikat.

Sebelumnya smartphone Huawei terancam kehilangan akses ke pembaruan sistem operasi Androidi masa mendatang. Penyebabnya, Alphabet sebagai induk perusahaan Google telah menghentikan kerja sama bisnisnya dengan Huawei.

Keputusan ini membuat perusahaan terancam tidak bisa memanfaatkan berbagai layanan, termasuk softwarehardware dan sistem operasi, kecuali yang tersedia secara publik melalui lisensi open source.

{Baca juga: Setelah Google, Giliran Intel dan Qualcomm Musuhi Huawei}

“Huawei hanya dapat menggunakan versi publik Android dan tidak akan bisa mendapatkan akses ke aplikasi dan layanan dari Google,” tegas sumber dari Reuters, seperti dikutip pada Senin (20/05/2019).

Walaupun ditinggal banyak pihak, masih ada perusahaan yang setia untuk tetap bersama Huawei. Perusahaan teknologi Taiwan Semiconductor Manufacturing Co (TSMC) menyatakan bahwa mereka tetap setia bersama Huawei. [NM/HBS]

Sumber: Engagdet

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU