spot_img
Latest Phone

Xiaomi Mijia Smart Audio Glasses Siap Masuk Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi mengonfirmasi rencana peluncuran...

Garmin Unified Cabin 2026: Revolusi Kabin Cerdas Berbasis AI

Telko.id - Garmin secara resmi memperkenalkan Garmin Unified Cabin...

Xiaomi Serentak Buka 50 Store, Perkuat Jaringan Retail di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi membuka 50 Xiaomi...

Garmin Connect Data Report 2025: Lari Terpopuler, Padel Tumbuh 1.684%

Telko.id - Garmin merilis Garmin Connect Data Report 2025...

Facebook Gelar Tiga Hari Festival bertajuk Nyasar ke Dimensi Facebook, Ini Targetnya

Telko.id – Facebook Indonesia siap meramaikan akhir pekan ini...

ARTIKEL TERKAIT

Hari yang Dinanti Tiba, Selamat Jalan BlackBerry Messenger!

Telko.id, Jakarta – Setelah bulan lalu sempat mengumumkan akan “mematikan” BlackBerry Messenger (BBM), hari ini Emtek akhirnya resmi merealisasikan rencana itu. Terhitung Jumat, 31 Mei 2019, layanan BBM ditiadakan.

Dilaporkan Engadget, Sabtu, sebagai penghiburan bagi para penggemar fanatik, BlackBerry membuka BBM Enterprise, Messenger terenkripsi tingkat perusahaan (BBMe), untuk penggunaan pribadi. Layanan ini akan tersedia di Android, iOS, Windows dan Mac.

Upaya untuk menghidupkan kembali BBM sebenarnya telah dimulai perusahaan sejak tiga tahun lalu, namun tidak membuahkan hasil. Alhasil, dalam pengumumannya bulan April lalu pun BlackBerry menyatakan bahwa layanan BBM akan berhenti beroperasi pada 31 Mei.

{Baca juga: PING!!! Layanan BBM Resmi Tamat pada 31 Mei 2019}

“Kami telah mencurahkan hati kami untuk membuat ini menjadi kenyataan, dan kami bangga dengan apa yang telah kami bangun hingga saat ini,” tulis BlackBerry di blog-nya.

Pihak BBM juga menjelaskan alasan kenapa mereka akhirnya mengambil keputusan untuk mempensiunkan aplikasi messaging yang sempat sangat popular di Indonesia itu.

Menurut perusahaan, selama tiga tahun terakhir adalah masa-masa yang sangat sulit. Meski telah memperbaharui BBM dengan menghadirkan layanan lintas-platform, namun tetap tidak bisa membangkitkan kembali layanan tersebut ke masa kejayaannya.

{Baca juga: BBM Resmi Tamat, BlackBerry Siapkan Penggantinya}

Dalam perjalanannya, BlackBerry bukan saja menghadapi banyak persaingan dari platform sejenis, perusahaan bahkan harus “berurusan” dengan Twitter dan Facebook di ranah hukum, dan melancarkan gugatan atas pelanggaran hak paten.

Pada 2017, perusahaan mengejutkan banyak orang dengan menambahkan Uber ke aplikasi BBM. Terlepas dari upaya-upaya itu, popularitas platform terus menurun. Kini dengan dihadirkannya BBM Enterprise atau BBMe, satu pertanyaan yang muncul, akankah BlackBerry mampu menarik hati pengguna (lagi) untuk menjadi penggemar layanan barunya?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU