Telko.id – Kenaikan harga RAM mulai menyulitkan produsen PC. Pasokan yang terbatas berhadapan dengan lonjakan kebutuhan, terutama sejak meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) yang menyerap sebagian besar produksi memori kelas atas. Dalam situasi ini, produsen memori asal China mulai dilirik sebagai alternatif.
Mengutip dari Jagat Review, HP menjadi salah satu merek yang dikabarkan mulai mencari alternatif pemasok RAM selain Samsung, SK hynix, dan Micron. Menurut analis teknologi Tae Kim, HP menyebut sedang menyeleksi pemasok memori tambahan dari China, terutama untuk produk yang akan dipasarkan di Asia dan sebagian Eropa. Belum ada keputusan akhir, tetapi arah pencariannya sudah terlihat.
Masalah utama datang dari permintaan High Bandwidth Memory (HBM) yang melonjak tajam untuk server pusat data AI. Dampaknya, pasokan DRAM dan NAND untuk laptop dan PC ikut tertekan.
Di sisi lain, produsen besar memilih untuk bermain aman dan tidak buru-buru menambah kapasitas pabrik karena takut pasar tiba-tiba berbalik arah, sehingga investasi besar justru berujung pada kelebihan pasokan. Sikap konservatif ini membuat ketersediaan RAM untuk sektor konsumen tetap terbatas.
Baca juga:
- Harga RAM DDR5 di Indonesia Masih Tinggi di Awal 2026!
- Prosesor Lawas AMD Kembali Laris di Tengah Krisis Harga RAM
RAM China CXMT dan YMTC
Di tengah kondisi itu, nama-nama seperti CXMT dan YMTC mulai muncul. CXMT sudah merilis chip DDR5 dan LPDDR5X, sementara YMTC disebut sedang bersiap masuk ke produksi DRAM bahkan HBM. Buat brand PC, tambahan pasokan seperti ini jelas menarik, apalagi saat harga RAM terus naik.
Dari sisi kualitas, produsen-produsen asal China ini mungkin belum punya rekam jejak seperti Samsung, SK hynix, hingga Micron. Tapi untuk mengakomodir kebutuhan yang ada ditengah kelangkaan, mau tak mau produsen PC memang harus tetap mencari alternatif.
Isu soal asal teknologi dan geopolitik memang masih ada, bahkan beberapa pasar memiliki regulasi ketat terkait penggunaan komponen tertentu. Meski begitu, bagi banyak produsen dan pengguna, hal terpenting tetap sama. RAM yang kencang, stabil dan harganya masuk akal.
Kalau kelangkaan ini berlanjut, RAM buatan China bisa jadi pemandangan yang mungkin di laptop dan PC dalam waktu dekat.


