spot_img
Latest Phone

Xiaomi Serentak Buka 50 Store, Perkuat Jaringan Retail di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi membuka 50 Xiaomi...

Garmin Connect Data Report 2025: Lari Terpopuler, Padel Tumbuh 1.684%

Telko.id - Garmin merilis Garmin Connect Data Report 2025...

Facebook Gelar Tiga Hari Festival bertajuk Nyasar ke Dimensi Facebook, Ini Targetnya

Telko.id – Facebook Indonesia siap meramaikan akhir pekan ini...

Garmin Manfaatkan Data Wearable, Pengendalian Diabetes Personal

Telko.id - Memperingati Hari Diabetes Sedunia, Garmin Indonesia menyoroti...

Garmin Instinct Crossover AMOLED Resmi Hadir di Indonesia

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi meluncurkan dan memperkenalkan...

ARTIKEL TERKAIT

Grup WhatsApp Masih Dipakai Sebar Video Pelecehan Anak

Telko.id, Jakarta Grup WhatsApp masih terus digunakan untuk berbagi video pornografi pelecehan anak di India. Hal itu terungkap dari hasil penyelidikan yang dilakukan organisasi keamanan siber di negara tersebut.

Menurut laporan The Next Web, penyebaran video pelecehan seksual anak masih berlangsung di India meski WhatsApp mengklaim memiliki kebijakan tanpa toleransi terhadap penyebaran konten tersebut.

Dalam penyelidikan yang dilakukan selama dua minggu pada Maret 2019, Cyber Peace Foundation (CPF) menemukan lusinan kelompok WhatsApp dengan ratusan anggota para predator anak.

Grup-grup WhatsApp itu diidentifikasi melalui aplikasi penemuan grup publik WhatsApp yang dilarang oleh Google Play pada Desember 2018 lalu.

{Baca juga: Duh! Banyak Group WhatsApp Sebar Konten Pornografi Anak}

Faktanya, grup tersebut masih dapat ditemukan secara mudah melalui pencarian Google. Aplikasi untuk menemukan grup-grup publik WhatsApp itu memang sudah dilarang di Play Store, tetapi pengguna bisa mengunduh file instalasi yang tersedia online di tempat lain.

Nitish Chandan, seorang spesialis cyber security yang juga manajer proyek CPF, menemukan bahwa anggota grup WhatsApp biasanya diminta untuk menggunakan tautan undangan dan kemudian dipanggil untuk bergabung dengan kelompok yang lebih pribadi menggunakan nomor virtual.

WhatsApp memang kerap menjadi saluran penyebaran konten pelecehan seksual terhadap anak. Akhir Desember 2018, tersiar kabar bahwa aplikasi pihak ketiga untuk menemukan grup WhatsApp menyertakan bagian “dewasa” yang menawarkan tautan undangan untuk bergabung.

{Baca juga: Tegas! Apple Blokir Tumblr Karena Pornografi Anak}

Di dalamnya terdapat pengguna yang memperdagangkan gambar eksploitasi anak. Beberapa waktu sebelumnya, penyebaran berita bohong (hoaks) melalui WhatsApp di India juga memicu perselisihan hingga menyebabkan korban jiwa. [BA/HBS]

Sumber: The Next Web

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU