spot_img
Latest Phone

Huawei Band 10, Smartband ala Smartwatch Ini Kecanggihannya!

Telko.id - Huawei Device Indonesia resmi meluncurkan Huawei Band...

Xiaomi Smart Display Max 100, Layar Pintar Ultra Besar Pertama di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia meluncurkan Xiaomi Smart Display Max...

Garmin Connect, Bisa Rancang Rute Lebih Personal dan Menyenangkan

Telko.id - Dalam aplikasi Garmin Connect terdapat fitur khusus...

Oppo Campus Ambassador, Siapkan Talenta Muda di Bidang Teknologi dan Digital

Telko.id – Oppo Indonesia memperkenalkan program terbaru Oppo Campus...

Huawei Watch D2, Bisa Pantau Tekanan Darah 24 Jam

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan Huawei Watch D2 di...

ARTIKEL TERKAIT

Google ‘Sentil’ Donald Trump Soal Kerja Sama Militer China

Telko.id, JakartaGoogle membantah tuduhan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, terkait kerja sama perusahaan dengan militer China. Google mengaku justru bekerja sama dengan pemerintah AS, termasuk departemen pertahanan.

“Kami tidak pernah bekerja sama dengan militer China. Kami bekerja sama dengan pemerintah AS, termasuk di bidang keamanan siber, perekrutan, dan kesehatan,” tulis juru bicara Google, seperti dikutip Telko.id dari Gizmodo, Selasa (19/3/2019).

Seperti telah diberitakan sebelumnya, lewat cuitan via Twitter, Trump menuding Google membantu China dan militernya.

“Google malah tidak membantu AS. Mengecewakan! Google juga membantu Hillary Clinton, bukan Trump,” tegas Trump, beberapa waktu lalu.

{Baca juga: Ribuan Karyawan Minta Google Keluar dari Proyek AI Pentagon}

Kritik Trump kepada Google bukan tanpa alasan. Karena sebelumnya, kepala staf gabungan Jenderal Kelautan Joseph Dunford mengungkapkan hal senada di hadapan anggota Kongres AS. Ia menghardik Google.

“Apa yang dilakukan Google secara tidak langsung menguntungkan militer China,” ucapnya saat sesi dengar pendapat Komite Layanan Senat Bersenjata. Ia mengaku telah menaruh perhatian besar terkait pergerakan Google dan mitra industri di China.

Tudingan yang diterima Google erat kaitannya dengan rencana pembuatan mesin pencari khusus yang disesuaikan dengan aturan pemerintah China. Proyek bernama Project Dragonfly itu menuai kritik dari eksternal maupun internal perusahaan.

{Baca juga: Trump Minta Google dan Twitter Untuk Hati-hati, Kenapa?}

CEO Google, Sundar Pichai, telah membantah tentang proyek tersebut. Kendati demikian, ia tidak menampik peluang pada masa depan. Di lain sisi, Google juga menuai kritik lewat Project Maven berupa drone citra udara untuk militer negara Paman Sam. [SN/HBS]

Sumber: Gizmodo

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU