spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...

ARTIKEL TERKAIT

Google Minta Pengguna Segera Update Chrome, Ini Alasannya

Telko.id, Jakarta – Google mengingatkan kepada seluruh pengguna untuk segera memperbarui peramban Google Chrome. Sebab, ditemukan kerentanan keamanan yang memengaruhi Google Chrome dan Microsoft Windows dalam waktu bersamaan.

Untuk memulihkan kerentanan Google Chrome (CVE-2019-5786), Google merilis pembaruan untuk semua platform. Menurut Clement Lecigne dari Threat Analysis Group di Google, pengguna telah diberi notifikasi melalui pembaruan secara otomatis.

“Kami mendorong pengguna untuk melakukan verifikasi. Kami sampaikan bahwa pembaruan otomatis Google Chrome telah beralih ke 72.0.3626.121atau lebih baru,” kata Lecigne, seperti dikutip Telko.id dari Telegraph, Senin (11/3/2019).

{Baca juga: Google Chrome Kini Tak Makan Banyak Memori}

Untuk kerentanan di Microsoft Windows, ada eskalasi hak istimewa lokal di driver kernel Windows win32k.sys yang dapat digunakan sebagai jalan keluar sandbox keamanan. Kerentanan tersebut adalah dereferensi penunjuk NULL di win32k! MNGetpItemFromIndex.

Kerentanan muncul saat NtUserMNDragOver () panggilan sistem dipanggil dalam keadaan tertentu. Tim Google percaya bahwa kerentanan itu hanya bisa dieksploitasi di Windows 7 karena mitigasi telah ditambahkan ke dalam versi Windows yang lebih baru.

Dengan kata lain, kerentanan itu kecil kemungkinan bisa dieksploitasi dia Windows 8 maupun Windows 10. Sejauh ini, Google hanya mengamati eksploitasi aktif terhadap sistem Windows 7 32-bit. “Kalau menemukan kerentanan, kami melapor ke Microsoft,” ujarnya.

{Baca juga: Chrome Versi Dekstop Bakal Punya Fitur Emoji}

Kerentanan di Windows sangatlah serius dan sedang dieksploitasi secara aktif oleh penyerang dalam serangan yang ditargetkan. Kerentanan Windows yang belum ditambal masih bisa digunakan untuk meningkatkan hak istimewa atau dikombinasikan dengan kerentanan perambah lain. [SN/HBS]

Sumber: Telegraph

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU