spot_img
Latest Phone

Huawei Band 10, Smartband ala Smartwatch Ini Kecanggihannya!

Telko.id - Huawei Device Indonesia resmi meluncurkan Huawei Band...

Xiaomi Smart Display Max 100, Layar Pintar Ultra Besar Pertama di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia meluncurkan Xiaomi Smart Display Max...

Garmin Connect, Bisa Rancang Rute Lebih Personal dan Menyenangkan

Telko.id - Dalam aplikasi Garmin Connect terdapat fitur khusus...

Oppo Campus Ambassador, Siapkan Talenta Muda di Bidang Teknologi dan Digital

Telko.id – Oppo Indonesia memperkenalkan program terbaru Oppo Campus...

Huawei Watch D2, Bisa Pantau Tekanan Darah 24 Jam

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan Huawei Watch D2 di...

ARTIKEL TERKAIT

Google Hapus Aplikasi “Kepo” di Play Store

Telko.id, Jakarta – Zaman sekarang, pada era media sosial, mencari informasi tentang seseorang secara online cukup mudah, karena banyak aplikasi pelacak lokasi di Google Play Store. Semua orang tampaknya tak keberatan untuk berbagi kehidupan pribadi dengan orang asing di internet.

Namun, pada gilirannya, “budaya” tersebut akan memicu masalah lantaran memancing oknum untuk menelisik, kepoin seseorang sehingga mengganggu kenyamanan pribadi. Nah, Google sedang berupaya mengatasi persoalan itu.

{Baca juga: Lebih Relevan, Google Uji Coba Filter Tanggal Terbaru}

Seperti dikutip Telko.id dari Ubergizmo, Kamis (18/7/2019), Google telah menghapus banyak aplikasi di Play Store. Aplikasi yang dihapus memungkinkan pengguna untuk menguntit orang lain. Tentu, hal tersebut melanggar privasi.

Google merujuk kepada laporan Avast. Avast menemukan fakta bahwa tujuh aplikasi di Play Store memiliki kemampuan untuk melacak dan mengirim data lokasi, kontak pribadi, daftar panggilan, bahkan pesan teks pengguna.

Aplikasi jahat di Play Store itu sering menyamar sebagai solusi digital untuk menjaga anak-anak tetap aman. Menurut Nikolaos Chrysaidos, kepala intelijen dan keamanan Avast, beberapa aplikasi ditawarkan sebagai kontrol orangtua.

Namun, apa yang dideskripsikan di aplikasi ternyata menggambarkan hal berbeda. Berdasarkan penelitian Avast, aplikasi kontrol orangtua kepada anak tersebut memungkinkan pengguna untuk mengawasi manuver para penipu.

{Baca juga: Google Hapus 200 Aplikasi Terinfeksi Malware di Play Store}

Karena itu, Google telah menghapusnya meski kemungkinan masih ada aplikasi serupa lain. Google belum mengonfirmasi kabar ini. Yang jelas, pengguna sebaiknya lebih teliti sebelum memutuskan untuk mengunduh aplikasi di Play Store. [SN/HBS]

Sumber: Ubergizmo

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU