spot_img
Latest Phone

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...

Xiaomi Mijia Smart Audio Glasses Siap Masuk Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi mengonfirmasi rencana peluncuran...

Garmin Unified Cabin 2026: Revolusi Kabin Cerdas Berbasis AI

Telko.id - Garmin secara resmi memperkenalkan Garmin Unified Cabin...

ARTIKEL TERKAIT

Laba Sebelum Pajak Maybank Indonesia Naik 38,9% Jadi Rp2,22 Triliun

Telko.id – PT Bank Maybank Indonesia Tbk. mencatatkan kinerja keuangan yang kuat pada Tahun Buku 2025. Laba Sebelum Pajak (PBT) bank mencapai Rp2,22 triliun, melonjak 38,9% dibandingkan tahun sebelumnya.

Laba Setelah Pajak dan Kepentingan Nonpengendali (PATAMI) juga naik signifikan sebesar 48,5% menjadi Rp1,66 triliun.

Presiden Direktur Maybank Indonesia, Steffano Ridwan, menyatakan tahun 2025 menjadi momentum untuk memperkuat profitabilitas.

“Kami berfokus untuk meningkatkan kualitas pendapatan yang mumpuni serta berkelanjutan,” ujar Steffano dalam keterangan resmi.

Pencapaian ini menandai selesainya implementasi strategi transformasi tiga tahun M25+ yang berfokus pada penguatan fundamental bisnis.

Peningkatan laba didorong oleh penurunan biaya provisi dan pengelolaan biaya yang lebih baik. Pendapatan Bunga Bersih (NII) tumbuh 1,6% secara tahunan (year-on-year/YoY), didukung penerapan risk-based pricing yang disiplin dan pergeseran komposisi pendanaan ke sumber yang lebih efisien. Marjin Bunga Bersih (NIM) tercatat di level 4,3%.

Pendapatan Nonbunga (NOII) juga menunjukkan pertumbuhan sehat sebesar 8,1%. Kontribusi utama datang dari pendapatan Global Markets yang membaik menjadi Rp441 miliar, serta pendapatan dari asset recovery dan wealth management. Secara keseluruhan, Gross Operating Income (GOI) bank naik 3,1% YoY menjadi Rp9,55 triliun.

Bank berhasil mengendalikan beban overhead dengan peningkatan hanya 2,4%, jauh lebih rendah dari 8,5% di tahun sebelumnya. Rasio efisiensi operasional (BOPO) tercatat sebesar 86,3%.

Laba Operasional Sebelum Provisi (PPOP) tumbuh 4,8% YoY menjadi Rp3,10 triliun, sementara beban pencadangan turun tajam 28,7%.

Kinerja Kuartal dan Pertumbuhan Kredit

Pada Kuartal IV 2025, kinerja Maybank Indonesia tetap solid. Laba Sebelum Pajak (PBT) kuartal tersebut mencapai Rp922 miliar, meningkat 22,1% dibandingkan Kuartal IV 2024.

Pertumbuhan ini terutama didorong oleh pendapatan nonbunga yang naik 3,0%, disumbang dari Global Markets dan wealth management.

Secara kuartalan, PBT Kuartal IV 2025 melonjak 72,7% dibandingkan Kuartal III 2025. Pencapaian ini didukung pertumbuhan NII sebesar 2,7% dan NOII yang naik 23,8% dari kuartal sebelumnya.

Di sisi penyaluran kredit, pertumbuhan terjadi di sektor ritel dan non-ritel yang dikelola melalui Community Financial Services (CFS), dengan kenaikan 5,2% YoY menjadi Rp87,17 triliun.

Kredit non-ritel tumbuh 5,2% didukung kredit komersial (Business Banking) yang naik 11,6%. Kredit Usaha Kecil dan Menengah (SME+) meningkat 6,6%.

Kredit ritel juga tumbuh 5,2% YoY, ditopang kredit otomotif yang naik 8,6% dan pembiayaan ritel konsumer (Kartu Kredit dan KTA) yang tumbuh 5,4%. Kredit kepemilikan properti (KPR) relatif stabil dengan pertumbuhan 0,2%.

Secara total, kredit yang disalurkan bank hingga Desember 2025 tercatat Rp123,64 triliun, turun 3,1% YoY. Penurunan ini sehubungan dengan rebalancing portofolio kredit korporasi Global Banking (GB) yang turun 18,4% YoY.

Namun, segmen Large Local Corporates (GB-LLC) justru mencatat pertumbuhan kuartalan sebesar 13,1% dan akan menjadi fokus ke depan. Total aset bank tercatat Rp193,72 triliun, turun 1,8% YoY.

Pembiayaan berkelanjutan untuk Kategori Usaha Berkelanjutan (KKUB) mencapai Rp21,23 triliun. Capaian ini didukung pembiayaan transportasi ramah lingkungan yang melonjak 131% YoY dan pembiayaan energi terbarukan yang tumbuh eksplosif 499% sepanjang 2025.

Simpanan, Kualitas Aset, dan Likuiditas

Di sisi pendanaan, Giro dan Tabungan (CASA) tumbuh 6,3% YoY. Pertumbuhan giro mencapai 12,0%, seiring naiknya jumlah transaksi keuangan melalui platform M2E untuk nasabah korporasi sebesar 11,7% menjadi lebih dari 5 juta transaksi.

Meski tabungan turun 3,3%, transaksi melalui platform M2U untuk nasabah ritel meningkat 23,4% menjadi lebih dari 30 juta transaksi.

Deposito berjangka turun 12,1% sejalan dengan fokus bank mengoptimalkan struktur pendanaan yang lebih efisien. Rasio CASA meningkat menjadi 57,6% pada Desember 2025 dari 52,9% di periode sama tahun sebelumnya. Total simpanan nasabah tercatat Rp116,19 triliun, turun 2,4% YoY.

Kualitas aset Maybank Indonesia terus membaik. Rasio Non-Performing Loan (NPL) gross turun menjadi 2,2% dari 2,7% di 2024, sedangkan NPL net membaik menjadi 1,3% dari 1,4%. Saldo NPL turun 19,5% pada 2025.

Permodalan bank tetap kuat dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 27,3% dan rasio Common Equity Tier 1 (CET1) sebesar 26,1%.

Likuiditas juga sehat dengan Loan-to-Deposit Ratio (LDR) bank-only sebesar 90,3%. Liquidity Coverage Ratio (LCR) bank-only tercatat 175,8%, jauh di atas ketentuan minimum 100%.

Kinerja serupa juga ditunjukkan oleh sektor fintech digital dan perbankan lain, seperti yang terlihat pada laporan pendanaan fintech oleh bank lain.

Kinerja Cemerlang Perbankan Syariah

Perbankan Syariah Maybank Indonesia mencatatkan kinerja luar biasa dengan kenaikan PBT sebesar 104,0% menjadi Rp847 miliar pada 2025.

Pertumbuhan ini didukung penurunan Bagi Hasil Untuk Pemilik Dana Investasi yang mendorong Pendapatan Setelah Distribusi Bagi Hasil naik 16,5%. Gross Operating Income Perbankan Syariah naik 13,9%.

Pembiayaan non-ritel syariah tumbuh 8,1% YoY, ditopang pembiayaan segmen SME+ yang melonjak 27,7%. Pembiayaan ritel syariah meningkat 13,5% YoY, didorong pembiayaan kepemilikan properti yang tumbuh 16,5%.

Total pembiayaan syariah mencapai Rp30,51 triliun, berkontribusi 28,1% terhadap total portofolio pembiayaan bank (bank-only).

CASA Syariah tumbuh 5,5% YoY dengan rasio meningkat menjadi 64,8% pada Desember 2025 dari 55,0% di tahun sebelumnya. Kualitas aset syariah terjaga dengan rasio Non-Performing Financing (NPF) gross dan net masing-masing sebesar 2,2% dan 1,4%.

Presiden Komisaris Maybank Indonesia, Dato’ Sri Khairussaleh Ramli, menyatakan kinerja 2025 mencerminkan fundamental yang semakin kuat. Ia juga menyoroti strategi baru Maybank Group, ROAR30.

“Strategi ini dibangun di atas momentum M25+ dan berfokus pada percepatan pertumbuhan, penguatan kapabilitas bisnis dan teknologi, serta keberlanjutan,” ujarnya.

Strategi ROAR30 akan dijalankan dengan mengedepankan misi Humanising Financial Services melalui penawaran berbasis nilai dan fokus pada tiga tujuan: pengalaman terbaik bagi nasabah, dampak positif bagi masyarakat, dan penguatan ekonomi riil.

Pendekatan strategis serupa juga terlihat pada perkembangan di ekosistem teknologi global, seperti yang dialami perusahaan investasi teknologi besar.

Sepanjang 2025, Maybank Indonesia meraih 14 penghargaan dari berbagai institusi terkemuka di bidang Perbankan Syariah, Digital Banking, Pengalaman Nasabah, pembiayaan UKM, Wealth Management, Keberlanjutan, dan SDM. Penghargaan ini termasuk dari Asian Banking & Finance Award, Global Finance, dan Euromoney.

Anak perusahaan bank juga menunjukkan kinerja beragam. PT Maybank Indonesia Finance mencatatkan peningkatan total pembiayaan 6,7% YoY menjadi Rp8,48 triliun dengan PBT naik 2,1% menjadi Rp593 miliar.

Sementara itu, PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) mencatat pertumbuhan total pembiayaan 8,8% YoY menjadi Rp6,75 triliun, meski PBT turun 46,9% menjadi Rp175 miliar seiring peningkatan beban provisi.

Dengan fundamental yang menguat dan strategi baru yang telah dirancang, Maybank Indonesia memposisikan diri untuk melanjutkan pertumbuhan yang berkelanjutan dan menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingannya di pasar domestik. (Icha)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU