Telko.id – Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya untuk terus memperluas penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) ke tingkat internasional. Saat ini, sistem pembayaran digital tersebut telah dapat digunakan di delapan negara.
Gubernur BI Perry Warjiyo menyebutkan sejumlah negara yang telah mendukung QRIS antara lain Malaysia, Singapura, dan Korea Selatan.
“QRIS akan kami perluas ke 8 negara lain, setelah Malaysia, Thailand, Singapura, Jepang, China, Korea, India, dan juga Saudi Arabia,” ujar Perry saat Peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia 2025 yang ditayangkan melalui Youtube BI, Rabu (28/1).
Dengan perluasan ini, pemanfaatan QRIS ditargetkan bisa mencapai 17 miliar transaksi sepanjang tahun ini. Dimana, jumlah pengguna bisa mencapai 60 juta.
“Kami akan dorong bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) 17 miliar transaksi digital di 2026 ini. 60 juta pengguna QRIS, diantaranya adalah 45 juta UMKM,” jelas Perry.
Perry juga mengatakan perekonomian akan tumbuh lebih tinggi lagi di tahun ini, dengan target 4,9-5,7 persen dengan titik tengah 5,3 persen. Dengan inflasi terjaga di kisaran 2,5 persen plus 1 persen.
Baca juga:
- Netzme Gelar NumoFest 2026, Dorong Digitalisasi UMKM Lewat QRIS TAP
- QRIS Kini Jadi Kebutuhan UMKM di Era Transaksi Non-Tunai
“Itulah mari optimis, optimis, optimis, yakin bahwa 2026-2027 akan lebih baik. Berhentilah wait and see, kalau kita terus dengan wait and see, kita akan ketinggalan kereta. Optimisme itulah yang akan membawa ekonomi kita lebih baik,” pungkasnya.
Sebelumnya, Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta menyebut proses finalisasi kerja sama dengan China dan Korea Selatan sudah memasuki tahap lanjut. Hal itu diharapkan bisa mempermudah warga Indonesia yang ingin berlibur ke kedua negara tersebut.
“Dalam waktu dekat, mudah-mudahan sebelum kuartal I kita sudah bisa implementasi dengan China dan juga Korea Selatan,” ujar Filianingsih.
Dari sisi target, BI membidik peningkatan signifikan transaksi dan jangkauan QRIS, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Filianingsih menyebut BI menargetkan 17 miliar transaksi QRIS dan delapan negara mitra untuk layanan lintas batas.
“Kita targetnya 17 miliar transaksi QRIS dan juga 8 negara untuk cross border. Lalu dari sisi supply-nya, 45 juta merchant yang menerima QRIS dan juga 60 juta pengguna dari sisi demand-nya,” terang Filianingsih.


