spot_img
Latest Phone

Huawei Band 10, Smartband ala Smartwatch Ini Kecanggihannya!

Telko.id - Huawei Device Indonesia resmi meluncurkan Huawei Band...

Xiaomi Smart Display Max 100, Layar Pintar Ultra Besar Pertama di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia meluncurkan Xiaomi Smart Display Max...

Garmin Connect, Bisa Rancang Rute Lebih Personal dan Menyenangkan

Telko.id - Dalam aplikasi Garmin Connect terdapat fitur khusus...

Oppo Campus Ambassador, Siapkan Talenta Muda di Bidang Teknologi dan Digital

Telko.id – Oppo Indonesia memperkenalkan program terbaru Oppo Campus...

Huawei Watch D2, Bisa Pantau Tekanan Darah 24 Jam

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan Huawei Watch D2 di...

ARTIKEL TERKAIT

Facebook & YouTube Dituntut Terkait Penembakan Masjid di Christchurch

Telko.id, Jakarta – Kelompok advokasi Muslim Prancis menuntut Facebook dan YouTube terkait siaran langsung atau live streaming insiden penembakan masjid di Christchurch, Selandia Baru, pada 15 Maret 2019 lalu.

Mereka mempertanyakan kebijakan Facebook dan YouTube yang bisa kecolongan dengan siaran langsung tersebut. Dewan Agama Islam Prancis pun meminta Facebook dan YouTube bersikap tegas.

Mereka mendesak kedua platform media sosial itu melarang segala konten berbentuk terorisme maupun kekerasan untuk disiarkan. Sebab, tontonan seperti itu bisa terakses oleh anak-anak di bawah umur.

Seperti diketahui, teroris asal Australia, Brenton Tarrant (28), menyiarkan secara langsung aksinya menembak para jemaah masjid via jejaring sosial itu. Ia memakai kamera GoPro yang dipasang di helm.

{Baca juga: Video Penembakan Masjid Selandia Baru Sempat Ditonton 4000 Kali}

Penembakan menewaskan 50 orang di dua masjid di Christchurch. Video live streaming aksi penembakan brutal berdurasi selama hampir satu jam beredar luas di internet dan disaksikan lebih dari empat ribu kali.

Menurut laporan news.com.au, seperti dikutip Telko.id, Selasa (26/3/2019), pengguna Facebook sempat menyalin rekaman siaran langsung penembakan mengerikan itu sebelum akhirnya dihapus.

Perdana Menteri Selandia Baru turut mengecam perusahaan-perusahaan media karena ikut tidak bertanggung jawab terkait konten. Bank-bank langsung menarik iklan dari Facebook dan Google.

{Baca juga: Facebook Hapus 1,5 Juta Video Penembakan Masjid Selandia Baru}

Sebelumnya, Facebook telah menghapus 1,5 juta video penembakan dalam 24 jam pertama sejak serangan terjadi. Facebook juga memblokir 1,2 juta video yang masih dalam tahap unggah. [SN/HBS]

Sumber: News.com.au

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU