spot_img
Latest Phone

Xiaomi Serentak Buka 50 Store, Perkuat Jaringan Retail di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi membuka 50 Xiaomi...

Garmin Connect Data Report 2025: Lari Terpopuler, Padel Tumbuh 1.684%

Telko.id - Garmin merilis Garmin Connect Data Report 2025...

Facebook Gelar Tiga Hari Festival bertajuk Nyasar ke Dimensi Facebook, Ini Targetnya

Telko.id – Facebook Indonesia siap meramaikan akhir pekan ini...

Garmin Manfaatkan Data Wearable, Pengendalian Diabetes Personal

Telko.id - Memperingati Hari Diabetes Sedunia, Garmin Indonesia menyoroti...

Garmin Instinct Crossover AMOLED Resmi Hadir di Indonesia

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi meluncurkan dan memperkenalkan...

ARTIKEL TERKAIT

Embargo AS “Nggak Ngefek”, Penjualan Ponsel Huawei Melesat

Telko.id, Jakarta  – Banyak yang berasumsi bahwa Huawei akan berada dalam masalah besar, setelah mendapat larangan atau embargo untuk melakukan bisnis dengan perusahaan-perusahaan Amerika Serikat (AS). Nyatanya dugaan itu meleset, karena penjualan ponsel Huawei tetap laris manis.

Huawei disebut-sebut akan “habis” setelah diembargo AS. Maklum, Huawei merupakan penyuplai banyak komponen dan perangkat lunak ke perusahaan yang berbasis di AS. Namun, kenyataannya Huawei tak semenderita yang dibayangkan banyak orang.

{Baca juga: Klarifikasi Trump, Gedung Putih: Huawei Tetap Masuk Daftar Hitam}

Menurut laporan BBC, seperti dikutip Telko.id dari Ubergizmo, Rabu (31/7/2019), meski masuk daftar hitam AS, Huawei tetap menikmati peningkatan 20 persen dalam hal penjualan ponsel.

Perusahaan telah melaporkan terjadi peningkatan pendapatan sebanyak 23 persen pada semester I-2019 walaupun meleset dari yang ditetapkan oleh analis. Pengiriman ponsel tumbuh 24 persen.

“Sesuai fondasi pada paruh pertama tahun ini, kami terus melihat pertumbuhan, bahkan setelah masuk ke daftar entitas AS. Artinya, kami tidak dalam kondisi sulit,” kata Liang Hua, ketua Huawei.

Menurut Bloomberg, kenaikan pendapatan perusahaan pada kuartal pertama tahun ini terjadi karena komponen dan perangkat Huawei masih tersedia di pasaran sebelum penerapan embargo.

{Baca juga: Bos Huawei Pede HongMengOS Lebih Ngebut dari Android dkk}

Rotating Chairman Huawei, Ken Hu, mengatakan bahwa percepatan peluncuran jaringan 5G diprediksi bakal turut memicu pertumbuhan pendapatan perusahaan hingga angka dua digit. [SN/HBS]

Sumber: Ubergizmo

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU