spot_img
Latest Phone

Xiaomi Mijia Smart Audio Glasses Siap Masuk Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi mengonfirmasi rencana peluncuran...

Garmin Unified Cabin 2026: Revolusi Kabin Cerdas Berbasis AI

Telko.id - Garmin secara resmi memperkenalkan Garmin Unified Cabin...

Xiaomi Serentak Buka 50 Store, Perkuat Jaringan Retail di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi membuka 50 Xiaomi...

Garmin Connect Data Report 2025: Lari Terpopuler, Padel Tumbuh 1.684%

Telko.id - Garmin merilis Garmin Connect Data Report 2025...

Facebook Gelar Tiga Hari Festival bertajuk Nyasar ke Dimensi Facebook, Ini Targetnya

Telko.id – Facebook Indonesia siap meramaikan akhir pekan ini...

ARTIKEL TERKAIT

Elon Musk Ramal Populasi Robot Akan Lampaui Manusia

Telko.id – CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk, akhirnya menghadiri World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, pekan lalu. Kehadiran ini menandai penampilan perdana Musk di forum ekonomi global tersebut, di mana ia langsung menyampaikan prediksi mengejutkan soal masa depan hubungan manusia dan mesin.

Musk memperkirakan bahwa dalam waktu dekat, populasi robot humanoid di Bumi akan melampaui jumlah populasi manusia.

Menurut kalkulasinya, rasio robot terhadap manusia nantinya bisa mencapai lebih dari satu banding satu.

“Saya pikir kita akan melihat sesuatu yang melampaui rasio 1:1 untuk robot humanoid terhadap manusia,” ujar Musk, sebagaimana dikutip dari Euronews.

Artinya, jika populasi manusia mencapai 8 miliar, jumlah robot yang beroperasi bisa jauh diatas angka tersebut.

Pernyataan ini bukan sekedar imajinasi fiksi ilmiah. Musk sedang menggambarkan pergeseran fundamental ekonomi global yang makin bergantung pada AI.

Ia meyakini bahwa ekonomi masa depan tidak lagi dibatasi oleh jumlah tenaga kerja manusia.

Robot humanoid, menurut Musk, akan mengambil alih sebagian besar pekerjaan fisik. Hal ini memungkinkan produktivitas ekonomi melonjak drastis tanpa batas yang selama ini menjadi kendala pertumbuhan negara-negara maju.

Pusat dari ambisi besar ini adalah Optimus, robot humanoid yang sedang dikembangkan secara agresif oleh Tesla. Musk sesumbar bahwa robot ini nantinya bisa melakukan berbagai tugas.

Mulai dari pekerjaan berbahaya di pabrik, tugas repetitive di gudang, hingga membantu urusan rumah tangga sehari-hari, seperti melipat baju dan memasak.

Oprimisme Musk soal ‘banjir’ robot ini sejatinya memiliki kaitan erat dengan strategi bisnis Tesla yang sangat ambisius.

Baca juga:

Robot kini telah menjadi salah satu pilar vital bagi valuasi perusahaan bahkan diproyeksikan bakal lebih bernilai ketimbang bisnis mobil listrik mereka.

Hal ini menjadi latar belakang mengapa para pemegang saham Tesla sebelumnya menyetujui paket gaji fantastis untuk Musk. Nilai nya tak main-main, mencapai US$56 miliar atau sekitar Rp 16.000 triliun.

Persetujuan gaji jumbo tersebut didasari oleh keyakinan investor bahwa Musk mampu merealisasikan visi futuristiknya.

Investor bertaruh bahwa di bawah kendali Musk, Tesla bisa bertransformasi dari sekedar produsen otomotif menjadi pemimpin global di bidang AI dan robotika.

Jika prediksi Musk di Davos benar dan Optimus suskses dikomersialisasikan secara massal, nilai saham Tesla diprediksi akan meroket.

Meski sangat antusias dengan potensi ekonomi dari robot, Musk tidak menutup mata terhadap risiko fatalnya.

Di hadapan para pemimpin dunia dan pebisnis top di Davos, pemilik media sosial X atau Twitter ini kembali menyalakan ‘lampu kuning’ soal bahaya keberadaan AI.

Ia menekankan bahwa keberadaan miliaran robot cerdas harus disertai dengan pengawasan yang sangat ketat.

Musk peringatkan agar pengembangan kecerdasan buatan ini tidak menjadi boomerang yang justru mengancam eksistensi penciptanya.

“Kita harus memastikan bahwa hasilnya baik untuk umat manusia,” pungkas Musk menutup visinya tentang masa depan yang penuh sesak oleh robot.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU