spot_img
Latest Phone

Xiaomi Mijia Smart Audio Glasses Siap Masuk Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi mengonfirmasi rencana peluncuran...

Garmin Unified Cabin 2026: Revolusi Kabin Cerdas Berbasis AI

Telko.id - Garmin secara resmi memperkenalkan Garmin Unified Cabin...

Xiaomi Serentak Buka 50 Store, Perkuat Jaringan Retail di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi membuka 50 Xiaomi...

Garmin Connect Data Report 2025: Lari Terpopuler, Padel Tumbuh 1.684%

Telko.id - Garmin merilis Garmin Connect Data Report 2025...

Facebook Gelar Tiga Hari Festival bertajuk Nyasar ke Dimensi Facebook, Ini Targetnya

Telko.id – Facebook Indonesia siap meramaikan akhir pekan ini...

ARTIKEL TERKAIT

Drone Diterjunkan Basmi Hama Tikus di Kepulauan Galapagos

Telko.id, Jakarta – Ekuador melakukan uji coba pembasmian hama tikus di salah satu Kepulauan Galapagos menggunakan pesawat tak berawak atau drone, dalam upaya melindungi spesies langka. Termasuk di antaranya, satu-satunya burung camar nokturnal yang hidup di taman nasional tersebut.

Dalam percobaan ini, sebanyak 3.000 kg racun tikus didistribusikan menggunakan drone. Meski demikian, ada beberapa racun yang disebarkan secara manual oleh penjaga.

“Penggunaan drone lebih akurat, itu juga meningkatkan kelayakan dan mengurangi biaya pemberantasan hama pengerat invasif di pulau-pulau kecil dan menengah,” kata Direktur Organisasi Konservasi Pulau, Karl Campbell, yang mendukung program tersebut.

{Baca juga: Drone Ini Bisa Angkut Beban 9 Kg Sejauh 800 Km}

Kehadiran hama tikus, spesies invasif, telah mempengaruhi ekosistem unik di daerah ini yang menjadi tempat berkembang biak bagi berbagai burung laut seperti burung frigat dan burung camar earwig,” tulis pengelola taman nasional, dalam sebuah pernyataan.

Masih menurut keterangan dari pihak pengelola taman nasional, bahwa ada dua jenis tikus yang menjadi sasaran dalam pembasmian hama ini, yaitu tikus hitam dan tikus Norwegia.

Kepulauan Galapagos yang terletak sekitar 1.000 km di lepas pantai Ekuador, dikenal memiliki sejumlah spesies endemik, termasuk kura-kura raksasa.

{Baca juga: Kolombia Pakai Drone untuk Hancurkan Ladang Kokain}

Kepulauan ini memiliki salah satu ekosistem paling rapuh di dunia dan Unesco menominasikan sebagai situs warisan dunia biosfer atau World Heritage Site pada tahun 1978. [BA/HBS]

Sumber: NY Post

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU