spot_img
Latest Phone

Huawei Band 10, Smartband ala Smartwatch Ini Kecanggihannya!

Telko.id - Huawei Device Indonesia resmi meluncurkan Huawei Band...

Xiaomi Smart Display Max 100, Layar Pintar Ultra Besar Pertama di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia meluncurkan Xiaomi Smart Display Max...

Garmin Connect, Bisa Rancang Rute Lebih Personal dan Menyenangkan

Telko.id - Dalam aplikasi Garmin Connect terdapat fitur khusus...

Oppo Campus Ambassador, Siapkan Talenta Muda di Bidang Teknologi dan Digital

Telko.id – Oppo Indonesia memperkenalkan program terbaru Oppo Campus...

Huawei Watch D2, Bisa Pantau Tekanan Darah 24 Jam

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan Huawei Watch D2 di...

ARTIKEL TERKAIT

Drone Diterjunkan Basmi Hama Tikus di Kepulauan Galapagos

Telko.id, Jakarta – Ekuador melakukan uji coba pembasmian hama tikus di salah satu Kepulauan Galapagos menggunakan pesawat tak berawak atau drone, dalam upaya melindungi spesies langka. Termasuk di antaranya, satu-satunya burung camar nokturnal yang hidup di taman nasional tersebut.

Dalam percobaan ini, sebanyak 3.000 kg racun tikus didistribusikan menggunakan drone. Meski demikian, ada beberapa racun yang disebarkan secara manual oleh penjaga.

“Penggunaan drone lebih akurat, itu juga meningkatkan kelayakan dan mengurangi biaya pemberantasan hama pengerat invasif di pulau-pulau kecil dan menengah,” kata Direktur Organisasi Konservasi Pulau, Karl Campbell, yang mendukung program tersebut.

{Baca juga: Drone Ini Bisa Angkut Beban 9 Kg Sejauh 800 Km}

Kehadiran hama tikus, spesies invasif, telah mempengaruhi ekosistem unik di daerah ini yang menjadi tempat berkembang biak bagi berbagai burung laut seperti burung frigat dan burung camar earwig,” tulis pengelola taman nasional, dalam sebuah pernyataan.

Masih menurut keterangan dari pihak pengelola taman nasional, bahwa ada dua jenis tikus yang menjadi sasaran dalam pembasmian hama ini, yaitu tikus hitam dan tikus Norwegia.

Kepulauan Galapagos yang terletak sekitar 1.000 km di lepas pantai Ekuador, dikenal memiliki sejumlah spesies endemik, termasuk kura-kura raksasa.

{Baca juga: Kolombia Pakai Drone untuk Hancurkan Ladang Kokain}

Kepulauan ini memiliki salah satu ekosistem paling rapuh di dunia dan Unesco menominasikan sebagai situs warisan dunia biosfer atau World Heritage Site pada tahun 1978. [BA/HBS]

Sumber: NY Post

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU