spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...

Dominasi Nvidia di China Mulai Tergerus Chip Lokal

Telko.id – Dominasi Nvidia di pasar chip AI China mulai tergerus seiring meningkatnya adopsi chip lokal buatan perusahaan dalam negeri. Berdasarkan laporan terbaru, produsen chip China kini berhasil menguasai sekitar 41% pasar AI accelerator server di dalam negeri, menandai pergeseran besar dalam industri semikonduktor global.

Meski Nvidia masih memimpin, pangsa pasarnya turun signifikan menjadi sekitar 55%, jauh dari dominasi sebelumnya yang hampir menyentuh 90%. Penurunan ini terjadi di tengah dorongan kuat pemerintah China untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi asing, sekaligus mempercepat pengembangan ekosistem chip lokal.

Seperti dikutip Reuters (01/04/2026), berdasarkan data dari laporan IDC yang ditinjau oleh Reuters, total pengiriman kartu akselerator AI oleh Nvidia, AMD, dan pembuat cip China mencapai sekitar 4 juta unit di negara tersebut pada tahun 2025.

Sejumlah perusahaan China mulai tampil sebagai pemain utama dalam pasar ini. Huawei memimpin di antara vendor lokal dengan kontribusi terbesar, disusul oleh pemain lain seperti T-Head (Alibaba), Kunlunxin (Baidu), hingga Cambricon.

Baca Juga:

Kehadiran mereka semakin memperkuat posisi chip domestik dalam memenuhi kebutuhan komputasi AI, terutama untuk data center dan pengembangan model AI skala besar.

Salah satu faktor utama yang mempercepat pergeseran ini adalah pembatasan ekspor chip AI dari Amerika Serikat. Kebijakan tersebut membatasi akses China terhadap chip canggih milik Nvidia, sehingga mendorong perusahaan dan pemerintah untuk beralih ke solusi lokal.

Selain itu, adanya kebijakan tidak resmi yang mendorong penggunaan produk dalam negeri juga turut mempercepat adopsi chip buatan China.

Transisi pangsa pasar ini semakin diakselerasi oleh manuver pemerintah pusat yang meluncurkan gelombang baru pengeluaran infrastruktur AI pada tahun 2025.

Kebijakan ini memicu pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan pusat komputasi cerdas (intelligent computing centers) di berbagai provinsi, di mana banyak di antaranya membawa arahan implisit dari pemerintah untuk secara ketat membeli produk buatan China (buy Chinese).

Meski demikian, dari sisi teknologi, chip lokal China masih belum sepenuhnya menyamai performa Nvidia. Namun, dengan dukungan pemerintah dan investasi besar-besaran, kesenjangan tersebut perlahan mulai dipersempit. Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi mengubah peta persaingan industri AI global, dari yang sebelumnya didominasi perusahaan Barat menjadi lebih multipolar.

Daftar China, Chip AI, headline, Nvidia, Semikonduktor

- Advertisement -spot_img

Other Processor's