spot_img
Latest Phone

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...

Xiaomi Mijia Smart Audio Glasses Siap Masuk Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi mengonfirmasi rencana peluncuran...

Garmin Unified Cabin 2026: Revolusi Kabin Cerdas Berbasis AI

Telko.id - Garmin secara resmi memperkenalkan Garmin Unified Cabin...

ARTIKEL TERKAIT

DeepSeek Tinggalkan Chip AS, Fokus Kolaborasi Domestik

Telko.id – Inovasi kecerdasan buatan di China mendapat momentum baru setelah DeepSeek, sebuah startup AI asal Hangzhou yang dikenal lewat model-model besar yang kompetitif, mengambil langkah strategis dengan meninggalkan keterlibatan pembuat chip Amerika Serikat dalam pengembangan terbarunya.

Mengutip dari Reuters, alih-alih menjalankan kolaborasi dengan perusahaan seperti Nvidia atau Advanced Micro Devices (AMD) sebelum model dirilis, DeepSeek justru memberikan akses awal ke pembuat chip domestik seperti Huawei Technologies untuk mengoptimalkan model tersebut pada perangkat lokal.

Keputusan ini menandai perubahan penting dalam cara kerja DeepSeek dan mencerminkan dorongan luas dari pemerintah China untuk mempercepat self-sufficiency teknologi.

Alih-alih mengandalkan infrastruktur dan perangkat keras dari AS, strategi baru ini memperkuat ikatan dengan supply chain domestik yang berkembang, termasuk produsen chip yang kini bekerja sama lebih erat dengan laboratorium AI dalam negeri.

Secara teknis, praktik umum dalam pengembangan model AI kelas besar adalah memberi akses kepada pembuat chip utama sebelum peluncuran resmi, sehingga perangkat keras tersebut dapat dioptimalkan untuk mengeksekusi model dengan efisien.

Baca juga:

Namun DeepSeek mematahkan praktik ini dengan memilih fokus ke chip domestik di awal proses. Langkah ini menunjukkan keyakinan bahwa hardware lokal — meski belum setingkat efisiensinya dengan perangkat AS — bisa terus dikembangkan dan disesuaikan melalui kolaborasi erat antara pengembang model dan produsen chip dalam negeri.

Di tengah tekanan geopolitik dan pembatasan ekspor teknologi AS, langkah semacam ini dianggap sebagai upaya agar China tidak lagi bergantung pada impor perangkat keras penting untuk kemampuan inferensi dan pelatihan model AI domestik.

Dampak komersial bagi produsen chip AS diperkirakan terbatas, mengingat DeepSeek lebih banyak digunakan sebagai model pembanding teknis dibandingkan platform AI komersial berskala besar.

Namun, langkah ini mempertegas fragmentasi ekosistem AI global antara China dan Amerika Serikat. Dimana Chin adan As masing-masing memperkuat jaringan teknologi mereka sendiri.

Model-model DeepSeek telah diunduh puluhan juta kali di platform open-source Hugging Face, menjadikannya salah satu motor utama pertumbuhan model AI open-source asal China yang semakin menantang dominasi laboratorium AI Barat.

Bagi pengguna dan pelaku industri, langkah ini punya dua makna besar. Pertama, board AI global semakin tebagi, di man amodel dan perangkat keras dari China dan Barat mungkin berkembang di jalur yang lebih terpisah. Kedua, dorongan kuat untuk menggunakan chip dalam negeri bisa mempercepat inovasi lokal di China, sekaligus mendorong pasar chip global bergerak kea rah yang lebih beragam.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU